Belajar Membangun Bisnis Dari Bisnis Mukena Anak Sanaya

Berwirausaha bukan berawal dari bakat tapi sebuah tekad dan keinginan. Saya awalnya tidak mempunyai bakat untuk berwirausaha atau berdagang. Tapi sejak mulai mempunyai pekerjaan,  ada terbersit keinginan besar untuk mempunyai usaha. Walaupun usaha kecil-kecilan. Berawal dari menjual baju secara online. Alhamdulilah cukup membantu dan menambah uang jajan sehari-hari. Meskipun terkadang sempat jenuh juga ya.

Saya pun mencoba peruntungan lain seperti jualan pulsa dan sampai sekarang pun masih berjalan. Karena menurutku bisnis pulsa ini gak akan pernah bikin bangkrut walaupun untungnya juga kecil. Modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Kecuali pelanggan yang banyak hutang ya dan gak bayar-bayar. Bisa bangkrut awak. Bakalan gak balik modal tuh. 

Entah mengapa sekarang tuh saya senang berdagang barang apapun dan itu pun saya jual walaupun  untung sedikit. Memang benar sih dari tekad jadi nekat dan akhirnya jadi hobi. Bisnis lain yang saya geluti seperti membuat craft. Dari kecil saya suka sekali membuat craft dan kerajinan-kerajinan. Katanya sih saya orangnya terampil. Tapi emang iya sih. Pamer dikit lah ya. Hanya saja hal tersebut kurang saya tekuni dengan benar. Nah dari kesukaan itu saya pun memulai bisnis membuat hias hantaran nikah, dan juga bros pita. Hasilnya lumayan, walaupun yang memesan kebanyakan tetangga dan teman. 

Bisnis hias hantaran yang saya geluti
  
Bisnis hias hantaran yang saya geluti
  


Tapi saya sempat juga memasarkannya di internet dan mulai ada yang tertarik. Saya tidak terlalu ngoyo sih sebenarnya punya bisnis kecil-kecilan seperti itu. Karena saya juga seorang pegawai/karyawan yang harus stand by di kantor dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Jadi ketika ada pesanan bisnis saya kerjakan sepulang kantor atau di hari weekend saja.

Bisnis bros pita yang saya geluti


Saya juga menerima pesanan desain rumah dan logo, sesuai dengan ilmu yang saya pelajari sewaktu kuliah yaitu tukang gambar. Orderan terkadang berasal dari keluarga, teman bahkan tetangga. Ealah banyak sekali sih bisnismu fan? Fokus yang mana sih sebenarnya? Kan saya sudah bilang, kalau saya gak ngotot-ngotot amat. Dikerjakan sesuka hati saja. Mengerjakannya  enjoy saja tanpa beban. Mungkin karena itulah bisnis saya gak terlalu besar kali ya. Beda banget ya sama yang pebisnis betulan dan benar-benar fokus. Pebisnis yang memang hidupnya dari bisnis dan bertekad 100 persen berbisnis. 

Contohnya nih teman saya. Yang mempunyai bisnis mukena anak sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang. Bisnisnya lancar jaya. Desainnya bagus-bagus dan lucu. Yang awalnya memproduksi mukena anak sampai meluas menjadi mukena dewasa dan sarung anak.  

Nama usahanya adalah Sanaya Kids, sebuah bisnis mukena yang dimiliki oleh teman saya.  Sebut saja Sanaya. Berawal dari kegalauannya selepas lulus dari kuliah dan menjadi sarjana dengan ilmu khusus yang seabrek. Banyak hal menumpuk dari pikirannya. Apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Mau melanjutkan kuliah S2 sepertinya tidak mungkin karena tidak ada biaya. Mau bekerja menjadi pegawai atau berwirausaha pun menjadi pilihan yang sulit. Pikiran itu terus menggelayut begitu juga dengan orang tuanya yang resah akan masa depan anaknya. Mau menjadi  pegawai tapi mempunyai tanggung jawab yaitu orang tua yang tidak bisa ditinggal. Jadi jarus stand by di rumah sambil merawat orang tua. Kalau mengambil pekerjaan freelance sepertinya kurang cocok. Dengan ilmu yang didapat. Sanaya pun galau apakah mau bekerja sesuai dengan ilmunya ataupun bekerja di ilmu lain. 

Dan akhirnya pada tahun 2011, Dia mengikuti Asian Brain dalam waktu satu tahun. Asian brain yaitu kursus internet marketing untuk memperdalam bisnis. Setelah kursus itu, Sanaya mencoba membuat web, mengutak-atiknya tapi malah membuat uangnya habis. Akhirnya sekitar tahun 2012-2013  Sanaya mengikuti kursus SEO selama 2 tahun  dan memperdalam ilmu marketing  secara online. Dia kuliah online dengan biaya sendiri dan bertekad agar bisa berbisnis. Padahal sejatinya dia belum tahu apapun tentang bisnis dan pelaksanaannya. Dari hasil kursus SEO nya itulah, Akhirnya Sanaya memiliki banyak pandangan tentang internet marketing dan toko online. Kemudian Sanaya melakukan langkah awal dengan membuat riset sendiri, produk apakah yang akan dia jual nantinya.

Perang batin kembali menghampiri mengikuti arah hidupnya. Sembari teringat pesan salah satu dosennya sewaktu kuliah dulu yaitu" Berkarya itu bukan hanya untuk urusan perut saja. Kalau tujuanmu untuk itu maka yang kamu dapat hanya rasa kenyang saja. Seharusnya kamu bisa  berkarya  untuk bangsa dan bermanfaat untuk bangsa." Nah, dalem banget kan pesan sang dosen. 

Kegalauan terjadi dalam batinnya, akhirnya setelah riset dilakukan, Sanaya membuat keputusan bahwa bisnis mukena anak  akan menjadi prospek masa depan. Setelah ditemukan keputusan tersebut, Sanaya harus mulai mencari penjahit mukena, karena dia sendiri tidak bisa menjahit. Berkeliling sepanjang sudut kota tempat tinggalnya dan tak ada satupun ada penjahit konveksi yang cocok. 

Akhirnya Sanaya mendapatkan penjahit yang bersedia bekerja sama yaitu mantan tetangganya di kota lain.  Produksi dan proses awalnya berjalan lancar. Untuk pertama kali Sanaya hanya memproduksi 22 pcs mukena anak yang  diselesaikan dalam jangka waktu 3 bulan oleh penjahit tersebut. Padahal janji sebelumnya mau diselesaikan hanya 1 bulan saja. Tak hanya itu penjahit itu juga sering membatalkan orderan seenaknya. Kekecewaan dihadapi oleh Sanaya dan akhirnya dia menghentikan kerjasama dengan penjahit tersebut dan mencoba mencari penjahit lain. 

Setelah mencari, alhamdulilah dapat lagi. Kebetulan kali ini penjahitnya dia kenal yaitu temannya sendiri. Tapi kekecewaan kembali terulang. Di tengah jalan si penjahit ini menaikkan harga sesukanya yaitu lebih dari 10 ribu per pcs dan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.  Bagi pedagang seperti Sanaya, kenaikan harga meskipun kecil tetap menjadi hal yang luar biasa dan akan mempengaruhi harga jualnya nanti.  Tetapi kekecewaan ini tidak diperbesar oleh pihak Sanaya. Akhirnya kenaikan harga tersebut disetujuinya agar tidak terjadi keributan atau masalah dengan teman sendiri. Akibatnya bagi pembeli yang membeli produk mukena Sanaya dengan cara grosir, menyebabkan kerugian sekitar 5-10 ribu per pcsnya. Tetapi untuk pembeli mukena yang membeli secara satuan masih bisa memberikan keuntungan buat Sanaya. Dalam pikirannya yang terpenting adalah barang habis dan kejadian ini tidak boleh terulang lagi. Pada saat itu Sanaya hanya dipegang dan dimenej seorang diri tanpa ada yang membantu. 

Pada tahun 2013 ketika itu produksi mukena Sanaya mulai banyak dan meningkat. Meskipun dikerjakan sendiri dan disertai lembur sampai jam 12 malam. Namun tekadnya untuk membesarkan bisnis mukena ini sangat besar. Rela begadang dan hanya tidur selama 3 jam saja sambil mengurus suami dan kehamilan yang pertama. Jatuh bangun sendiri dan tidak mau merepotkan suami.

Suatu hari ada seorang penjahit menghubungi Sanaya untuk menawarkan kerjasama. Setelah beberapa kesepakatan, akhirnya Sanaya menyetujuinya dan tidak lagi memakai penjahit sebelumnya. Bersyukurlah penjahit ini sangat cocok dan dipakai sampai sekarang. Kualitas jahitannya bagus dan rapi. Penjahitnya juga bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Bahkan bisa membuat mukena dengan model apapun. Begitu juga keahlian membordir yang bisa diandalkan oleh Sanaya.

Proses pemotongan kain mukena Sanaya oleh penjahit

Proses penjahitan mukena anak Sanaya Kids


Pada awalnya sejak pertama kali bekerja sama dengan Sanaya, karyawan penjahit ini hanya terdiri dari  5-6 orang saja. Berkat orderan yang rutin dan banyak dari Sanaya akhirnya penjahit itu mempunyai 40 orang karyawan. Perkembangan yang cukup signifikan buat pebisnis. Kerjasama tetap terlaksana dengan baik dan berharap Sanaya akan terus berkembang sehingga penjahit tersebut tetap bisa mempertahankan jumlah pegawai yang banyak bahkan kalau bisa menambah jumlah pegawai bagian jahit juga bagian bordir. Sebab sebagian besar tukang jahit yang bekerja pada penjahit tersebut salah satu mata pencahariannya adalah menjahit. Paling tidak sudah membantu warga disitu agar mempunyai mata pencaharian. Jadi kalau orderan dari Sanaya menurun maka otomatis kerjaan penjahit menurun dan hal ini berpengaruh pada jumlah tenaga kerja penjahit.


Sanaya pun berusa keras agar orderan tetap stabil dan lancar. Berkat ilmu marketing yang telah dipelajari, akhirnya orderan Sanaya bisa sampai ke seluruh kota di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Seperti kita ketahui bahwa orderan mukena biasanya hanya ramai pada saat-saat tertentu saja. Maka dari itu perlu trik-trik pintar dalam merencanakan cashflow sebuah bisnis.  Setiap bulan Sanaya mampu memesan orderan mukena kepada penjahit sebanyak 400-500 pcs. Namunn jika mendekati lebaran orderannya bisa lebih banyak lagi. 
Proses pengecekan stok dan quality control

Produk Sanaya yang sudah dikemas dan siap diorder

Proses packing dan quality control

Produk Sanaya yang sudah dikemas dengan bak

Produk Sanaya yang siap dikirim ke customer


Dulu Sanaya hanya bekerja sendiri atau single fighter. Namun sekarang sudah bisa mempekerjakan beberapa orang disesuaikan dengan pekerjaan yang dibutuhkan yaitu  CS sebanyak 4 orang, admin sebanyak 1 orang, packing dan pengiriman sebanyak 1 orang . Jadi total jumlah tenaga kerja Sanaya yaitu 6 orang. Alhamdulilah bisa sedikit mengurangi pengangguran dan bisa mempekerjakan orang yang butuh pekerjaan. 

Model produk Sanaya Kids

Model produk Sanaya Kids

Model produk Sanaya Kids

Model produk Sanaya Kids

Model produk Sanaya Kids

Model produk Sanaya Kids


Produk produk Sanaya mempunyai kualitas yang bagus dan oke punya. Tidak akan pernah menyesal deh membeli produk Sanaya. Penjualannya sementara ini 95% adalah secara online. Tidak menutup kemungkinan juga dijual secara offline. Namun hal tersebut masih direncanakan. Penjualan secara online bisa langsung diorder di websitenya. Untuk pemesanan lain Sanaya juga menjualnya dan mempromosikannya melalui sosial media seperti Facebook, dan  Instagram.  Alhamdulilah sampai sekarang produknya akan terus bertambah dengan model dan desain yang terbaru. 

Dari proses itulah saya belajar banyak dari Sanaya Kids. Bahkan sesuatu yang besar tidak serta merta terjadi begitu saja. Namun perlu sebuah proses untuk tumbuh dan besar. Proses itupun harus dilalui dengan susah payah. Jatuh bangun sebuah usaha memang sudah sewajarnya. Namun semangat untuk maju harus terus tumbuh dalam diri kita. Yang terpenting adalah bagaimana agar kita tidak selalu berpuas diri dan selalu mencoba untuk berinovasi dalam menciptakan sebuah karya. Agar karya ini dikenal dan selalu dikenang bahkan berguna dan bermanfaat untuk semua orang. Tak lupa untuk selalu bersyukur atas apa yang dihasilkan.

 “Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Semua Tentang Wirausaha yang diselenggarakan oleh Suzie Icus dan Siswa Wirausaha”

Comments

Nurul Noe said…
Model mukenanya cantik-cantik ya kak. Salam sukses terima kasih sdh ikut GA tentang wirausaha.
FaniaSurya said…
Iya mbak noe cantik-cantik mukenanya. Saya saja mupeng nih.

Berdoa moga menang. Heheh
FaniaSurya said…
This comment has been removed by the author.
suzie icus said…
wahh keren nih Sanaya..
lokasi dimana mb? jadi pengen belajar..
makasih ya udah ikutan GA nya:)
Phrazey said…
Terimakaaih Fani, artikelnya bermanfaat sekali :))
Phrazey said…
Terimakaaih Fani, artikelnya bermanfaat sekali :))