Wednesday, July 13, 2016

Kompak Selesai Lebaran


Lebaran di kampung halaman benar-benar terasa nikmatnya. Dimana seluruh keluarga berkumpul entah itu yang rumahnya dekat maupun jauh, di luar kota maupun di dalam kota. Termasuk saya sendiri yang berjarak 2 provinsi dari kampung halaman di Jawa Timur. Berhubung masih ada orang tua di kampung jadi saya selalu usahakan tiap tahun mudik ke kampung halaman. Karena moment lebaran adalah moment yang pas bertemu dengan orang tua serta sanak saudara lainnya. 

Setelah sholat Ied dan pergi ke makam biasanya keluarga besar nenek saya berkumpul di rumah nenek. Alhamdulilah nenek saya masih sehat. Kami berkumpul mulai dari anak cucu sampai cicit. Disana selain silaturrahmi juga yang paling ditunggu adalah moment makan makanan khas lebaran yaitu soto madura buatan tante saya yang rasanya sangat khas sekali dan gak ada yang menyamai deh. Mau buat sendiri pun rasanya gak akan sama karena beda tangan beda pula racikannya.

Sambil makan kami sambil berkumpul saling bercerita, canda tawa dan disertai dengan berfoto keluarga. Kita berkumpul sampai sore. Baru setelah itu pulang ke rumahnya masing-masing. Bagi yang mudik dari luar kota kami menginap di rumah nenek. Alhamdulilah rumah nenek sangat luas, sehingga bisa ditempati oleh semua anak cucu nenek yang di luar kota. Kamarnya pun banyak. 

Malam harinya biasanya keluarga besar kami diundang makan malam di rumah saudara-saudara yang lain. Kita berangkat bersama-sama bahkan sampai ada 5 mobil. Berhubung lebaran kali ini tidak datang semua jadi hanya 5 mobil saja yang cukup menampung keluarga besar kami. Jika semanya datang bisa sampai 8 mobil dan keluarga kami kalau dikumpulkan bisa mencapai 100 orang jumlahnya. Sunggh sangat banyak dan meruapkan sebuah keluarga yang snagat besar sekali. Alhamdulilah sih masing masing keluarga saling mengenal dengan akrab karena tiap dua bulan seklai kami mengadakan acara arisan keluarga.

Setelah acara undangan makan malam, kami langsung menuju tempat wisata di kota Pamekasan yang merupakan kampung kelahiran saya. Tempat wisata itu bernama Api Tak Kunjung Padam. Dimana di sini ada sebuah lahan yang dipagar dan bila dihidupkan dengan korek api akan menyala sebuah api dan tidak akan padam kecuali kita padamkan sendiri. Di tempat wisata ini kita dapat bakar ikan dan jagung. Untuk ikan dan jagung bisa bawa sendiri atau membeli langsung di tempat wisata. Dan disini juga tersedia beragam suvenir khas pamekasan madura yang terdapat di setiap toko-toko kecil di sekeliling api tak kunjung padam.

Saking asyiknya terkadang kami bisa berjam-jam disini. Menikmati api malam layaknya api unggun sambil makan rusak cingur madura atau soto madura. Baru setelah itu pulang ke rumah. 

Keesokan harinya sekitar jam 9 pagi jadwal acara keluarga besar kami adalah pergi ke pantai. Pantai yang sering kami kunjungi adalah pantai lombang yang ada di sumenep. Pergi ke pantai sudah menjadi jadwal kami setiap tahun. Kalau tidak kesana rasanya ada yang kurang. Asyiknya ke pantai tuh menikmati suasana pantai yang jarang sekali kami temui di tempat rantau kami. Menikmati semilir angin pantai sambil makan rujak cingur madura atau soto madura dan kelapa muda. Kebersamaan inilah yang kami harapkan ketika hari lebaran. Kekompakan dan kekeluargaan yang tak akan pernah bisa kita rasakan setiap harinya. Karena masing-masing keluarga sudah mempunyai kesibukan sendiri. Maka moment lebaran dan sesudahnya menjadi sebuah acara yang sangat berharga dan menjadi kenangan indah.

2 comments:

Febri Dwi Cahya Gumilar said...

Hihihi moment lebaran itu moment yang penuh kebersamaan ya mbak :') susah bangeeet buat dilupain deh :D

FaniaSurya said...

Betul mbak. Kenangan yg indah.

Cek-E, Aplikasi untuk Pengguna E-Money pada IWIC 11

Saat ini semua aktivitas dalam bidang apapun sudah mulai mengarah ke teknologi digital. Semua serba canggih dan praktis. Cara-cara konvens...