Wednesday, August 31, 2016

Ketika Cross Marvell, pulpen Berkarakter menjadi Pilihan


Dulu ketika jaman masih culun, eh masih sekolah, saya sering melihat Ayah saya membawa pulpen yang selalu ditaruh di kantong jas kantornya. Terkadang pulpen itu mempunyai kotak khusus untuk menyimpan. Kebetulan pada waktu itu Ayah saya adalah seorang kepala di suatu instansi negara. Setiap harinya selalu berhubungan dengan dokumen-dokumen yang harus ditandatangani untuk mendapat persetujuan.

Bahkan Ayah saya sering diberi koleganya merk pulpen yang sejenis. Hmm. Pikirku dalam hati. Memberi hadiah kok pulpen sih. Bukannya lebih enak makanan atau baju atau apalah gitu. Pulpen kan banyak dijual dimana-mana, kita tinggal membelinya di toko dengan harga yang murah sekitar ribuan rupiah saja. Peduli amat deh apakah pulpen itu bermerk atau tidak. Maklumlah saya waktu itu masih ingusan dan tidak tahu penampakan pulpen bermerk itu seperti apa. Apalagi harganya.

Namanya saja masih culun dan berasa anak-anak, saya hanya sekedar memegang saja pulpen itu sambil membaca merk yang tertera. Setelah itu saya tidak pikir panjang dan langsung meletakkan pulpen itu lagi di kotaknya. Cukup sekedar tahu saja sih.

Nah, setelah saya dewasa. Eh maksudnya sudah bekerja di suatu instansi tertentu, saya malah sering sekali melihat Atasan saya gonta-ganti memakai pulpen dengan merk yang berbeda. Ada yang ditaruh di kotak khusus yang selalu beliau letakkan di atas meja kerjanya. Ada juga yang ditaruh di kantong kemeja kerjanya dan bisa dibawa kemana-mana. Maklumlah yang namanya seorang Atasan kan pasti selalu berhubungan dengan proyek-proyek dimana dokumennya butuh untuk ditandatangani. Saya sih hanya sekedar melihat dan membaca merknya “Cross”.  Kembali membatin lagi dalam hati, "Duh pulpennya kok bagus-bagus sih. Saya saja tidak pernah menemukan pulpen sejenis itu di toko atau fotokopian. Emang kelebihannya apa sih." Apalagi kalau melihat pulpen yang mengkilap dilapisi emas. Ya ampun punya pulpen saja sampai sebegitunya ya.

Ternyata selidik punya selidik saya iseng bertanya pada temen saya, "Bos kita itu punya pulpen bagus amat sih. Mana merknya keminggris begitu?"

Eh, malah saya diketawain. Loh saya nanya kok malah diketawain. Ya iyalah wong pulpen mahal begitu kok bisa-bisanya saya tidak tahu. Jreng jreng. Oalah, ternyata pulpen yang selama ini sering dibawa oleh Atasan saya itu harganya mahal ya. Pantas saja mengkilap dan bikin silau mata. Pantas saja ada kotak atau tempat khusus untuk menyimpannya. Pantas saja saya tidak tahu itu pulpen mahal wong saya biasanya suka pakai pulpen seharga dua ribuan sih.

Sekarang saya sudah tahu ternyata pulpen yang dipakai ayahku dulu itu juga pulpen mahal ya? Hmm, kenapa saya tidak kepikiran sih? Kenapa gak dari dulu tanya kepada Ayah saya, kok pulpennya pakai kotak begitu. Harga pulpennya berapa. Ternyata saya kurang kritis ya waktu itu. Kebanyakan mikir pelajaran sih. Jadi kritisnya ke pelajaran saja. Eh berasa gak tahu apa-apa. Hanya saja punya Ayah saya pulpennya tidak dilapisi emas.


Setelah diingat-ingat pulpen yang dipakai Ayah saya dan Atasan saya merknya sama “Cross”. Nama ini baru saya ketahui sejak melihat pulpen Atasan saya. Maklumlah saya gak pernah membeli pulpen mahal. Saya hanya memakai yang ada saja dan murah. Setelah tahu itu pupen mahal langsung saja saya googling di internet seberapa mahal sih pulpen Cross ini. Jreng jreng. Ternyata oh ternyata mahalnya gak terkira ya. Mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Wow. Fantastis deh. Model dan warnanya pun bermacam- macam.



Yang saya tahu Cross ini adalah merk pulpen yang mengambil lisensi dari Marvel untuk ketika model pulpennya. Tahu sendiri khan Marvel itu apa? Itu lo perusahaan yang memproduksi komik super Heroes yang legendaris seperti Captain America, Iron Man dan Spiderman. Nah, ketiga super heroes itulah yang diambil oleh Cross sebagai icon yang dilekatkan pada pulpen Cross tipe Century II dan Tech II. Produk ini merupakan salah satu koleksi special edition yang dikeluarkan Cross di tahun 2016 ini. Warnanya pun dominan biru dan merah. Sesuai dengan warna karakter super heroes tersebut. Hayoo. Siapa yang mau punya koleksi pulpen mahal dan super keren ini. Apalagi di pulpen ini ada karakter-karakter tokoh idola anak muda dan anak-anak. Termasuk saya juga sih.



Lebih kerennya lagi pada produk Marvel Century II yang berkarakter Iron Man, ada lapisan emasnya lo. Wow. Emas? Iya emas. Keren kan. Apalagi emasnya 23 karat, sedangkan pada karakter Captain America dan Spiderman hanya dilapisi Rhodium. Duh, kok jadi ngiler gini nih sama merk pulpen ini. Jadi ingin beli deh. Apalagi yang ada lapisan emas-emasnya itu. Prestice banget deh.


Produk Marvel Tech II menawarkan keunikan sebuah emblem yang ditempelkan pada setiap pulpen yang merepresentasikan masing-masing super heroes. Nah kalau ada yang ingin beli, buruan berburu ke  toko buku Gramedia Jakarta dengan harga kisaran Rp. 2,4 juta untuk Century II dan Rp. 700.000 untuk Tech II. Kalau di toko biasa atau fotokopian sepertinya belum dijual deh. Hadirnya pulpen-pulpen ini akan menjadi salah satu koleksi unik bagi para penggemar Marvel di Indonesia. Untuk lebih jelasnya bisa langsung ke websitenya ya "Cross". Atau kunjungi saja langsung ke fanpage Cross Marvel. Saya dong penggemar Marvel, tapi kalau beli pulpennya sih harus nabung dulu. Kecuali ada yang mau ngasih hadiah gratis nih. Saya mau dong. Ngarep banget.


Jadi pulpen mahal seperti itu ya. Kalau saya pakai pulpen mahal ini di kantor dan digeletakin begitu saja, dijamin deh tuh pulpen gak bakalan ada lagi di meja saya alias dipinjam terus gak dibalikin. Hilang tak bersisa. Wah, bisa-bisa saya menangis darah. Maklumlah karyawan disini tuh gak bisa melihat pulpen sebentar saja. Setelah dipinjam gak bakalan balik lagi deh. Untung saja pulpen yang saya pakai cuma seharga  dua ribuan dan gratis lagi dari kantor. Sampai-sampai supaya pulpen masing-masing tidak hilang terus-terusan, akhirnya kami bersiasat untuk menamai pulpennya menggunakan kertas yang diisolasi. Jadi kalau hilang dan dipakai orang ketahuan deh siapa yang mengambilnya. Makanya kalau punya pulpen mahal-mahal saya gak berani geletakin di meja. Cukup saya kantongi saja dan tidak boleh ada yang pinjam. Itu saja. Bukan pelit sih. Hanya sekedar menjaga milik pribadi saja. Kalaupun cuma buat nulis-nulis di kantor cukup pakai pulpen murahan saja lah. Baru kalau dipakai untuk tanda tangan dokumen ataupun menulis catatan waktu rapat sebaiknya memakai pulpen-pulpen mahal itu. Sekalian pamer nih sama temen-temen, meskipun  saya cuma karyawan biasa, akhirnya bisa dong pakai pulpen mahal. Padahal mah tuh pulpen gratisan dapat dari job blog. Hahaha. Eh kok malah sombong begini saya. Maaf ya.

So buat para pecinta pulpen mahal atau yang belum tahu makna dibalik pulpen mahal itu, saya tahu apa yang kalian pikirkan. Kenapa sih pakai pulpen mahal semacam Cross itu?

Mungkin ini alasannya kali ya:

1.       Terlihat prestice.
   Coba bayangkan deh ketika kita pakai pulpen mahal waktu menandatangani suatu dokumen di depan kolega-kolega kita. Hmm, pasti para kolega itu akan melihat kita seperti orang berkelas dong. Apalagi kalau kita sudah menjadi Atasan atau Bos. Gengsi dong kalau cuma memakai pulpen murah meriah di depan klien. Nah maka dari itu fungsi memakai pulpen mahal adalah supaya harga diri kita lebih terangkat dan gak malu maluin.

2.       Punya duit
Pulpen mahal harganya sudah selangit. Kalau orang seperti saya sudah pasti untuk membelinya harus nabung dulu. Beda dengan orang yang sudah berkelas hidupnya. Pulpen mahal seolah menjadi bagian dari hidupnya yang tak terpisahkan. Jadi ada rupa ada harga. Kalau mau beli pulpen mahal sekelas Cross tetap harus punya duit yang banyak supaya mampu membelinya.

3.       Pamer
Nah ini nih yang pada umumnya terjadi pada kita. Alasan punya pulpen mahal ya buat pamer ke orang-orang atau ke kolega-kolega. Apalagi kalau pulpennya sekelas Cross yang bisa kita taruh di kantong baju kerja kita. Beuh, pasti terlihat keren deh. Terutama bila memakai Cross Marvel maka kilau emasnya bikin silau mata orang pastinya. Cakep deh. Tapi kalau untuk pamer mah cukup sekedarnya saja sih tergantung dari niat masing-masing. Kalau yang memang sudah hobi mengkoleksi pulpen mahal tentunya bukan pamer lagi, tapi memang sudah jadi passionnya tergila-gila dengan pulpen mahal. Betul tidak?

4.        Dapat hadiah
Punya pulpen mahal ada dua alasan. Pertama karena memang punya duit untuk membelinya. Kedua karena diberi gratis alias dapat hadiah. Nah ini cocok buat saya, kebetulan Cross ini baik hati banget pada saya. Makanya saya dikasih hadiah pulpen yang berkelas ini. Kayak gak modal banget ya beli pulpen mahal. Yah mudah mudahan saja kalau suatu saat nanti saya jadi Bos, akhirnya saya bisa beli pulpen mahal Cross Marvel ini. Gak tanggung lagi, sekalian saya bakalan bersedekah pulpen mahal buat bawahan-bawahan saya. Wuih mantap deh. Doakan ya. Amin.

Cukup itu saja deh alasannya. Kalau saya mah punya pulpen mahal tuh karena poin 1, 3 dan 4 saja. Kalau kamu bagaimana? Sharing dong pengalamannya dengan pulpen mahal.









Thursday, August 25, 2016

"Indonesia Is Me": Perpaduan Etnik Modern dalam mencipta Karya ( Synthesis Residence Kemang)

Euforia perayaan kemerdekaan Indonesia masih tampak di depan mata. Bendera merah putih dan segala pernak-perniknya menghiasi setiap sudut kota Jakarta. Tak lupa untuk selalu mengingat jasa pahlawan yang telah berjuang memberikan Hari Kemerdekaan sehingga kita masih bisa hidup sehat sampai detik ini.

Adalah hari dimana untuk menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan bisa kita wujudkan dengan beragam cara. Mengadakan perlombaan Tradisional seperti Panjat Pinang, Tarik Tambang dan lainnya di masing-masing kampung, adalah menjadi kegiatan rutin yang tak terpisahkan.

Begitu juga dengan yang dilakukan oleh perusahaan properti di Indonesia yang karyanya tak diragukan lagi yaitu  Synthesis Development. Tahu Plaza Semanggi kan, Mall yang sangat ikonik itu? Mall tersebut adalah salah satu proyek dari Synthesis.  Nah kali ini dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan, Synthesis mengadakan acara yang bertajuk "Indonesia Is Me" sebagai wujud rasa cinta kepada tanah air.

Synthesis Development

Acara ini dilakukan selama bulan Agustus melalui empat rangkaian acara yaitu tanggal 6 Agustus 2016 bertajuk Kuliner Nusantara bertempat di Synthesis Residence Kemang (SRK). Acara kedua, tanggal 13 Agustus 2016 bertema Art and Culture di Samara Suites. Acara ketiga tanggal 20 Agustus 2016 bertema Pusaka Prajawangsa (Prajawangsa City) di Bassura City dan acara keempat tanggal 21 Agustus 2016 bertema Merdeka (Charity) Ride bertempat di Synthesis Square.

Me and "Indonesia Is Me"


Mengenal Kuliner Nusantara


Saya sangat antusias dengan acara ini, berkat Blogger Perempuan lah saya bisa menghadiri salah satu dari acara tersebut yaitu di Synthesis Residences Kemang. Menang sih lokasi rumah dengan lokasi acara sangat jauh. Tapi demi tekad yang amat sangat saya usahakan datang. Ternyata banyak hikmah yang saya dapat disana. Bisa dapat goodie bag berupa gelas, dapat makanan tradisional yaitu Gudeg Yu Djum dan Empek-empek Palembang. Tak hanya itu saya juga bisa melihat langsung tipe kamar apartemen yang akan dibangun oleh Synthesis serta bisa tahu daerah Ampera Raya karena sebelumnya daerah ini tak pernah saya jumpai.

Panggung "Indonesia Is Me" di SRK


Registrasi Acara di SRK

Sesampainya di tempat acara sebelumnya saya harus registrasi terlebih dahulu. Karena saya blogger maka diberilah goodie bag yang isinya gelas dan brosur SRK. Acaranya dilakukan di lokasi terbuka dengan adanya tenda dan panggung. Kebetulan banyak banget yang datang dan kesemuanya adalah ibu-ibu beserta anak-anaknya. Maklumlah ya di acara ini lebih banyak lombanya seperti lomba memasak, lomba menghias kue dan lomba balet. Eh ada juga Cooking Classnya lo.


Host Acara "Indonesia Is Me"

Sambutan Ibu Yeni, Sales Marketing Manager SRK

Suasana di Acara "Indonesia Is Me" SRK

Host acara adalah Mas-mas yang lumayan kocak lah orangnya. Acara dimulai jam 09.00-15.30 WIB dengan terlebih dahulu adanya sambutan dari Ibu Yeni sebagai Sales Marketing Manager dari Synthesis Residences Kemang. Baru setelah itu lomba menghias kue oleh anak-anak yang dilakukan di kantor marketing SRK. Anak-anak sangat antusias mengikuti lomba tersebut. Sebelum lomba Tari Balet dimulai, para peserta adik-adik yang cantik ini bersiap-siap dandan dan memakai baju kebesarannya yaitu baju balet. Kebanyakan sih didandani sendiri sama orangtuanya. Kok malah saya jadi kepengen kursus Tari Balet. Haha. Ingat umur sudah tua dan badan sudah kaku semua tuh. Eh.

Ballerina on Ballet Competition


Lomba menghias kue

Sedangkan di area tenda para ibu-ibu sibuk mengikuti lomba memasak seperti nasi goreng. Bahannya pun sudah disediakan panitia, ada timun, tomat, bawang daun,  sawi dan lainnya. Duh kok saya jadi ngiler pingin nyomot sayuran-sayuran itu. Maklumlah saya kan doyan banget sama sayuran.

Perpaduan Etnik Modern dalam bentuk Hunian (Synthesis Residence Kemang)


Maket Synthesis Residence Kemang

Sebelum berbicara tentang hunian ekslusif yang nyaman dan menyenangkan di area Kemang ini,  saya dan teman-teman mendapatkan product knowledge tentang Synthesis Residence Kemang.

Produk Synthesis Residence Kemang

Ketiga tower Synthesis Residence Kemang

Semua orang pasti menginginkan hunian yang nyaman untuk tinggal. Apalagi bagi mereka para pekerja yang rumahnya jauh dari tempat kerja dan  aktivitasnya dari pagi sampai sore atau malam. Tentunya butuh tempat tinggal yang dekat dan tidak menguras waktu dan tenaga. Nah Synthesis Residence Kemang ini sangat cocok sekali sebagai sebuah investasi tempat tinggal kita. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau sekitar 10 menit menuju area Kemang. Dikelilingi oleh area urban lifestyle, area bisnis dan hiburan dan juga kemudahan akses menuju TB Simatupang. 

Diilhami oleh seni dan budaya Jawa. Konsep bangunan dan ruang dari Synthesis Residences Kemang ini dibangun untuk menciptakan rasa dan jiwa ke-Indonesiaan.
Konsep Batik Kawung pada Synthesis Residence Kemang

Aplikasi Batik Kawung pada interior bangunan

Aplikasi batik Kawung pada eksterior bangunan

Pemakian Batik Kawung yang berasal dari Jawa menjadi pilihan tersendiri bagi Synthesis dalam mengaplikasikannya ke dalam proyek apartemen SRK. Hal ini dapat terlihat pada bagian fasad bangunan mulai dari bawah sampai atas. Jadi jika dilihat dari kejauhan gedung masih tampak identitas Jawanya.

Plafon Marketing Gallery yang menggunakan konsep Batik Kawung

Begitu juga dengan interior ruangan yang menggunakan perpaduan desain interior kontemporer dan Jawa kuno. Meskipun tipenya minimalis modern namun finishing dari interiornya juga tidak melupakan Batik Kawung sebagai ciri khas. Hal ini lebih tampak terlihat jelas di bagian interior dapur yang keramik dindingnya bertemakan Batik Kawung. Motif Kawung diciptakan oleh raja Mataram terinspirasi dari pohon aren, yang menghasilkan "kolang-kaling". Motif ini diartikan bahwa manusia harus unggul dalam hidup dan berguna.

Di area lahan yang cukup luas nantinya akan dibangun 3 tower yang mengaplikasikan penggunaan nama pendekar Jawa yaitu Nakula dan Sadewa sebagai Twin Tower serta tower Arjuna. Unuk area open green spacenya sekitar 60% dari luas keseluruhan. Di bagian depan kawasan akan terdapat lobby berbentuk Joglo yang diartikan sebagai pendopo tempat berkumpul. Interiornya pun menampilkan batik Kawung sebagai ciri khasnya. Joglo sebagai simbol tempat tinggal dengan empat pilar utama, yang mewakili arah angin, timur, barat, utara, dan selatan ditempatkan sebagai pusat di lobi utama. Kehadiran joglo ini menjadikan Synthesis Residence Kemang sebagai hunian yang mulia di tengah kota.

Joglo pada Synthesis Residence Kemang

Di bagian depan drop off lobby area Joglo terdapat dua patung manusia yang sedang menari disebut Bancak Doyok Dance yang menceritakan kisah para pekerja dengan karakter berbeda. Mereka menari sambil menyanyi serta bercanda seperti sebuah cerita wayang.  Elemen itulah yang menjadi kekuatan seni bagi Synthesis Residence Kemang sebagai bagian integral dari desain bangunan. Artinya Synnthesis Residence Kemang dirancang dan dikembangkan oleh para profesional dengan keahlian khusus di bidangnya.

Patung Bancak Doyok Dance


Ada empat tipe kamar pada Apartemen ini, yaitu
1. Tipe 1 Bedrooms
2. Tipe 2 Bedrooms A dan B
3. Tipe 2 Bedrooms A
4. Tipe 3 Bedrooms

Aplikasi batik Kawung pada dinding dapur SRK

Interior kamar apartemen SRK

Interior Dapur pada kamar apartemen SRK

Interior Kamar Tidur pada kamar apartemen SRK

Untuk fasilitas yang disediakan cukup banyak dan ekslusif seperti:
 1.  Swimming pool Amerta
 2. Yoga pavilion prasasti
 3. Reflecting poll Ananta
 4. Main Gazebo Astaka
 5. Children swimming poll pranala
 6. Children playground Dewari
 7. BBQ area nismara victory
 8. Dining pavilion Samboga
 9. Reading pavilion Aksara.

Eksterior bangunan dan open green Space pada SRK

Untuk lebih jelasnya bisa langsung cek websitenya disini.

Sebuah hunian menjadi bagian tak terpisah dari manusia. Disitulah tempat segala ekspresi bisa dituangkan dan untuk melangsungkan kehidupannya. Hunian merupakan kebutuhan dasar manusia yang akan selalu dibutuhkan dan berkembang dari waktu ke waktu. Yang menentukan adalah perubahan jaman yang terkadang tak bisa kita tebak. Melalui proyek Synthesis Residence Kemang ini Synthesis berharap masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan layak dengan pelayanan yang terbaik.


Referensi:

http://synthesis-development.id
http://bassuracity.id
http://synthesisresidencekemang.id
http://synthesis-square.id
http://pusakaprajawangsa.id/







Wednesday, August 24, 2016

Konsep Prajawangsa City Di Balik Kisah Pusaka Prajawangsa ( Rangkaian Acara Indonesia Is Me)


Menyambut Dirgahayu Kemerdekaan RI yang ke 71 tahun ini, sebuah perusahaan properti di Indonesia menyelenggarakan serangkaian acara bertema "Indonesia Is Me" yang melibatkan proyek-proyek propertinya sendiri. Perusahaan properti tersebut adalah Synthesis Development 

Saya dan Indonesia Is Me

Sebelumnya rangkaian acara bertema "Indonesia Is Me" ini sudah dilaksanakan pada tanggal 6 dan 13 Agustus 2016. Tanggal 6 Agustus  bertema Kuliner Nusantara diselenggarakan di proyek properti Synthesis Development yaitu Synthesis Residence Kemang (SRK). Acara kedua tanggal 13 Agustus 2016 bertempat di Samara Suites dengan tema Art and Culture. Acara keempat tanggal 21 Agustus 2016 bertempat di Synthesis Square bertema Merdeka (Charity) Ride.

Indonesia Is Me di Synthesis Residence Kemang

Indonesia Is Me tema Merdeka Ride di Synthesis Square


Proyek Synthesis Development: Synthesis Residence Kemang


Proyek Synthesis Development: Samara Suites


Indonesia Is Me Melalui Acara  Pusaka Prajawangsa


Kali ini adalah acara yang ketiga berlokasi di Bassura City tepatnya di Mall Bassura. Sebuah kompleks apartemen yang menjadi proyek dari Synthesis Development. Lokasinya pun sangat dekat dengan Pasar Gembrong yaitu pasar murah yang menjual mainan anak. Tema yang diangkat adalah Pusaka Prajawangsa.

Indonesia Is Me di Mall Bassura


Ketika tiba di Mall Bassura saya melihat banyak sekali banner-banner yang menampilkan rangkaian acara "Indonesia Is Me". Merah putih menghiasi setiap Mall ini. Meriah sekali.

Banner Indonesia Is Me di Mall

Acara Pusaka Prajawangsa dimulai pukul 11.00 sampai 14.00 WIB di South Lobby Mall Bassura. Berhubung saya datangnya kepagian, sedangkan pintu South Lobby belum dibuka, akhirnya saya masuk melewati East Lobby dan langsung berhadapan dengan panggung acara  "Indonesia Is Me" yang diselenggarakan khusus untuk anak-anak. Dengan santainya saya duduk hampir satu jam di sini bersama Mbak Julia, blogger yang kece dari Bandung. Beruntung saja saya melihat kembali email undangan acara. Jreng jreng. Ternyata saya salah tempat. Lokasinya bukan di East Lobby tapi di South Lobby. Buru-buru deh kita menuju South Lobby tempat acara Pusaka Prajawangsa.

Saya dan Mbak Julia


Indonesia Is Me for Kids di East Lobby Mall Bassura



Begitu tiba di lokasi, terlihat banget budaya Jawa ditampilkan disini dan juga terdapat logo Synthesis sebagai perusahaan propertinya di bagian depan. Di pintu masuk ruangan terdapat tulisan Prajawangsa City serta dinding ruangan pun bertemakan kain tradisional Indonesia.

Logo Synthesis 

Ruangan acara Pusaka Prajawangsa
Nuansa hitam sangat kental ditampilkan di ruangan ini termasuk juga kain penutup kursinya yang dibagian belakangnya terdapat logo Mall Bassura. Sebelumnya saya menulis daftar tamu  lalu mendapatkan kupon makan yaitu siomay dan nasi bakar. Tepat jam 11.00 WIB acara dimulai dan dipandu Mbak Kartika Putri. Setelah itu sambutan dari pihak Synthesis yaitu Pak Edi yang menyampaikan konsep dari proyek Prajawangsa City. Dilanjutkan  pertunjukan alat musik tradisional Kalimantan oleh Mas Ipin dengan berpakaian khas kalimantan. Alunan musik tradisional ini bagus dan enak didengar.
Mas Ipin sebagai seniman yang memainkan musik Kalimantan



Alexander Thian sebagai Penulis Script Film pendek Pusaka Prajawangsa

Mbak Kartika sebagai Host Acara

Pak Edi memberikan penjelasannya tentang Prajawangsa City


Makan siang dengan siomay

Makan siang dengan nasi bakar

Baru dilanjutkan  Creative Talk bersama Alexander Thian/Amrazing. Amrazing adalah penulis buku serta penulis script yang karyanya best seller. Alex akan menyampaikan tentang cara membuat script film seperti pada film Pusaka Prajawangsa. Menurutnya membuat script film pendek itu tidak semudah membuat script film panjang karena script film pendek bahasanya harus lugas. Intinya menjadi penulis akan mempunyai banyak ilmu dan mempunyai potensi yang tidak terbatas. 

Cerita Pusaka Prajawangsa di Balik Proyek Prajawangsa City


Karena tema yang diusung adalah "Indonesia Is Me". Maka pada rangkaian acara ini akan mengulas tentang proyek Prajawangsa City dengan konsep cerita Pusaka Prajawangsa.

Dalam menciptakan suatu karya pasti di dalamnya ada sebuah cerita yang menjadi ilham terciptanya karya tersebut. Seperti kita ketahui bahwa budaya Indonesia itu beragam dan banyak. Kali ini Synthesis mengangkat budaya Jawa yang diadaptasikan ke dalam proyek Prajawangsa City mulai dari konsep tapak bangunan, ruang, hingga output yang dihasilkan. Mulai dari eksterior bangunan hingga interior bangunan kesemuanya mengusung konsep Pusaka Prajawangsa sebagai wujud rasa cinta kita kepada budaya bangsa dan wujud nyata melestarikan cerita rakyat dan budaya negara kita. Proyek ini dimaksudkan untuk merayakan gairah mencipta dan menjaga kepercayaan diri.

Melalui sebuah proses kolaborasi kreatif yang menampilkan proyek-proyek dengan ciri khas Indonesia, Synthesis mengajak kreator lintas bidang bekerja sama mempromosikan proyek properti Prajawangsa City seperti Alexander Thian sebagai penulis script film Pusaka Prajawangsa yang kemudian ide cerita diracik oleh Windy Ariestanty, Valiant Budi dan Hanny Kusumawati. Untuk wardrobenya berkolaborasi dengan Lulu Lutfi Habibi sebagai seorang desainer yang mengeksplor kain lurik untuk dipakai oleh tokoh dalam film Pusaka Prajawangsa. Kain lurik sendiri yang berupa garis-garis vertikal memiliki arti mendalam yaitu menggambarkan hubungan manusia dengan penciptanya.

Film pendek Pusaka Prajawangsa

Kain Lurik yang dipakai oleh tokoh dalam film Pusaka Prajawangsa

Melalui film tersebut Synthesis ingin menggulirkan cerita dari kearifan lokal Indonesia termasuk pengetahuan dan wawasan tentang karya seni Indonesia kepada masyarakat. Sekaligus untuk mempromosikan pembangunan proyek Prajawangsa City kepada masyarakat.

Diambil dari kisah Pusaka Prajawangsa, disebutkan bahwa ada pahlawan di kerajaan Indraloka di kawasan Cijantung bernama Prajawangsa. Dalam kisah tersebut Prajawangsa ingin mengabadikan ke delapan pusaka dalam bentuk karya seni. Ke delapan pusaka Indraloka tersebut nantinya akan membentuk satu kesatuan karya seni yang abadi. Para seniman mulai berkompetisi dan hanya tinggal dua seniman. Seniman pertama menciptakan lukisan dalam sebuah kain lurik, seniman kedua menciptakan patung megah yang menggabungkan delapan pusaka dengan dibungkus kain kerajaan.

Setelah Prajawangsa meninggal, akhirnya karya seni tersebut dilanjutkan oleh murid-muridnya melalui proses reinkarnasi. Mereka bersumpah untuk menyelesaikan misi yang sudah ratusan tahun dijanjikan kepada Prabu Prajawangsa.

Puaka-pusaka Prajawangsa

Diadaptasi dari cerita tersebut Alexander Thian menghadirkan Bima dan Weda sebagai tokoh yang berkompetisi membuat karya seni Pusaka Prajawangsa. Bima didampingi oleh Drupadi yang ternyata adalah adik seperguruan dari Srikandi (Ibu Drupadi) sebagai tokoh protagonis. Sedangkan Weda didampingi oleh Winda sebagai tokoh antagonisnya. Keduanya bersaing untuk menyelesaikan karya seni pusaka ke delapan. Namun akhirnya Bima lah yang memenangkan kompetisi tersebut.

Tokoh-tokoh dalam film pendek Pusaka Prajawangsa

Kisah yang begitu mendalam tersebut akhirnya diangkat ke dalam sebuah konsep pembangunan apartemen yang kemudian dinamakan Prajawangsa City. Di dalam proyek ini  nantinya akan dipasang kedelapan lukisan  pusaka Prajawangsa pada setiap towernya.




Sebuah proses kolaboratif  kreatif antara kisah kepahlawanan yang diangkat ke dalam sebuah film dan kemudian ditransformasikan ke dalam sebuah proyek apartemen ini patut kita contoh. Terutama untuk para konsultan properti maupun arsitek yang akan mengabadikan karyanya dalam bentuk bangunan. Cerita-cerita lokal nusantara yang tak banyak diketahui masyarakat Indonesia bisa jadi akan dikenal bila cerita dan budaya tersebut diangkat kembali menjadi bagian konsep dalam pembangunan proyek-proyek di Indonesia. Terutama promosi yang soft selling pastinya akan mudah menarik minat masyarakat untuk menerima karya yang akan dibuat. Selain itu dengan adanya ide cerita kita dapat mengambil nilai-nilai kebaikan yang ada dibalik setiap cerita untuk ditanamkan dalam kehidupan. Salut deh dengan Synthesis Development yang dalam setiap proyeknya selalu mempunyai konsep-konsep yang mendalam.

Sekilas Tentang Apartemen Prajawangsa City


Prajawangsa City

Makat Prajawangsa City

Site Plan Prajawangsa City

Map Location Prajawangsa City


Mall di Prajawangsa City

Prajawangsa City merupakan sebuah apartemen Super Blok bernuansa alam seluas 7 Ha yang terletak di Cijantung di kawasan Jakarta Timur. Untuk Mall nya akan digunakan lahan seluas 35000 SQM sedangkan area hijaunya berupa green dan open space seluas 4 Ha. Lokasinya strategis dan akses dalam kota karena lebih memenuhi dua target pasar yaitu Office Building dan Factories Building. Lokasi startegisnya yaitu:
-          Terintegrasi  dengan tol Bekasi, Cawang, BSD dan Toll Jagorawi, dan tol TB. Simatupang.
-          Terintegrasi dengan Pembangunan LRT.
-    Terintegrasi dengan pusat perbelanjaan seperti Mall Cijantung, Lotte Mart Pasar Rebo, Cilandak Town Square dan Pondok Indah Mall.
-          Terintegrasi dengan Bandara Sukarno Hatta.
-    Terintegrasi dengan Rumah sakit seperti RS Siloam, RSUD Pasar Rebo dan RS Harapan Bunda.
-   Terintegrasi dengan sekolah dan universitas seperti Universitas Prasetya Mulya dan SMA Sumbangsih.

Lokasi Prajawangsa City yang strategis dan akses dalam kota

Konsep apartemen ini nantinya akan ada 8 tower yang masing-masing diberi nama sesuai dengan ke delapan Pusaka Prajawangsa. Pembangunan pertama yaitu 2 tower bernama Tower G yang akan selesai pada Februari 2020 dan Tower H yang selesai Desember 2019. Masing-masing tower akan mempunyai 26 lantai.  Di setiap towernya terdapat beberapa tipe kamar yang bisa kita pilih sesuai dengan budget yang ada. Yaitu:
  1. Tipe kamar studio yang memiliki 3 tipe
  2. Tipe kamar 2 bedrooms yang memiliki 2 tipe
  3. Tipe kamar 3 bedrooms yang memilki satu tipe
Tipe-tipe kamar apartemen di Prajawangsa City

Fasilitas yang disediakan sangat banyak seperti:
  1. Shopping Fasilities
  2. Thematic Pool dan Kids Pool
  3. Fitnes Center dan sauna
  4. 1000 m Jogging Track
  5. Wide Green Area (Garden)
Interior Kamar Apartemen di Prajawangsa City

Konsep hunian yang nyaman dan menyenangkan menjadi sebuah pilihan tersendiri bagi Synthesis Development. Hunian yang bisa dijangkau oleh kalangan menengah mulai dengan harga 215 juta. Bagi para ekspatriat yang berminat bisa langsung menghubungi websitenya di http://pusakaprajawangsa.id/ atau kantor marketingnya. Karena hunian ini menawarkan suatu ruang yang syarat dengan makna budaya.

Diharapkan dengan adanya apartemen ini, masyarakat di area sekitarnya dapat terpenuhi kebutuhan tempat tinggalnya dengan harga yang terjangkau. Namun pada akhirnya masyarakatlah yang akan memilih apa yang mereka butuhkan.

Dapat disimpulkan bahwa manusia dan kebudayaan yang berupa cerita dan karya seni adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Manusia hanyalah sarana untuk melestarikan budaya tersebut sehingga tercipta suatu karya yang diwujudkan dalam bangunan. Dan bangunan itulah yang menjadi sarana komunikasi non verbal  sebagai bentuk ekspresi dengan ciri khas tertentu yang akan disampaikan kepada masyarakat. Cerita rakyat Pusaka Prajawangsa adalah sebuah masa lalu yang dikemas dengan epik sesuai dengan kondisi masa kini dalam wujud pembangunan apartemen Prajawangsa City.


Referensi:

http://synthesis-development.id
http://bassuracity.id
http://synthesisresidencekemang.id
http://synthesis-square.id
http://pusakaprajawangsa.id/
https://www.youtube.com/watch?v=pjQ5IKjIImM
https://www.youtube.com/watch?v=W8cbTFOFnIY
https://www.youtube.com/watch?v=-jyxgkm1AQc
https://www.youtube.com/watch?v=oJgl2qL0PgE
https://www.youtube.com/watch?v=zWgGkCdr654

Berburu Voucher Murah di BambiDeal

Tiap kali weekend, ada saja keinginan untuk menghabiskan waktu berdua di luar rumah. Selain menghilangkan kebosanan juga supaya terasa leb...