Saturday, April 1, 2017

Serunya Acara Earth Hour 2017 di Aston Marina Ancol

EARTH HOUR DI ASTON MARINA ANCOL

Tanggal 25 Maret 2017 pukul 19.00 WIB kemarin saya diundang BloggerCrony yang dimotori oleh Mbak Wawa (Wardah Fajri)  ke acara Earth Hour 2017 di Aston Marina Ancol. Senang banget bisa diundang ke acara tersebut. Apalagi acaranya tentang Earth Hour yang selama ini saya hanya mendengar namanya saja. 

Ada sekitar 10 blogger yang diundang ke acara tersebut dan kami diharuskan memakai dress code style in black. Jadi serba hitam. Mengapa? Ya karena di acaranya nanti  kita akan gelap-gelapan. Jadi kalau dress codenya cerah-cerah, gak matching dong dengan tema acara. 

Sesampainya di Aston Marina Ancol, kita berkumpul di lobby dan kebetulan ada beberapa blogger yang belum saya kenal sebelumnya. Inilah waktu yang tepat untuk kenalan dengan mereka. Akhirnya kami saling berkenalan dan alhamdulilah bisa menambah teman baru dan networking baru. Ketika pertama kali sampai kami diberi sambutan dengan adanya Welcome Drink yang dibawakan oleh pelayan cafe bar Aston Marina Ancol. Di sana juga terlihat undangan yang terdiri dari netizen, blogger, guru, dan murid-murid dari sekolah SD Juara Jakarta Utara yang memakai seragam sekolah berwarna putih oranye.

Murid dan Guru SD Juara Jakarta Utara

 
Setelah semua berkumpul kita digiring menuju sebuah ruangan yang tidak tertutup tapi cukup temaram yang berada di samping kanan lobby yaitu Kafe Cium-Cium. Di ruangan tersebut sudah tersedia meja-meja bundar yang pengaturan kursinya dibuat mengelilingi meja tersebut. Di atas meja hanya disediakan sebuah bunga plastik dan sebuah lilin. Masing-masing meja ada yang  terdiri dari 4 kursi. Ketika memasuki pintu masuk ruangan saya langsung melihat ada sebuah meja kecil yang diatasnya diatur lilin-lilin kecil sehingga membentuk sebuah angka 60. Di sudut depan ruangan disediakan stage untuk panggung acara dan untuk memainkan musik. Di sampingnya lagi terdapat sebuah layar besar yang digunakan untuk presentasi atau menampilkan layar video. Layar ini juga ditemukan di sisi lainnya. 

simbolisasi Earth Hour dengan lilin berangka 60


Vas bunga di meja Cium-Cium Cafe


lilin di meja Cium-Cium Kafe


Stage/panggung di Cium-Cium Kafe


MC Mas Paundra
Acara dimulai  sekitar jam 19.30 WIB. Semua berkumpul di ruangan dan menempati tempat duduknya masing-masing lalu. Lalu sang MC, yaitu Mas Paundra menuju ke stage ruangan dan dimulailah acara Earth Hour 2017 ini. Kami semua menyimak dengan baik cuap-cuap dari Mas Paundra yang ganteng ini.

Acara pertama dimulai dengan perkenalan. Tidak hanya para blogger, netizen, dan murid SD Juara saja, di acara ini juga dihadiri oleh CEO Bounce Street Asia yang berlokasi di Mall Artha Gading yaitu Neeraj Khiani dan Aditya Kusumawijaya sebagai Center Managernya.  Wah ternyata CEO nya berasal dari luar ya, tapi Pak Neeraj ini jago lo Bahasa Indonesianya. Jadi saya kalau berkomunikasi dengan beliau gak susah. Tahu gak kalau Trampoline Park yang ada di Mall Artha Gading ini merupakan trampoline terbesar se Asia. Keren kan. Saya saja baru tahu. Padahal sering sekali jalan-jalan ke Mall Artha Gading. Beruntung lah saya hadir di acara Earth Hour ini, jadi bisa tahu informasi tentang Trampoline.

CEO Bounce Street Asia: Neeraj Khiani (kiri) dan Mas Paundra (kanan)

Selanjutnya yaitu para tamu diminta untuk memposting setiap aktivitas di acara Earth Hour ini dan nantinya akan diberikan beberapa hadiah bagi foto dan caption yang menarik. Syaratnya adalah kita harus follow instagram Aston Marina Ancol dan Bounce Street Asia. Bounce Street Asia sendiri merupakan pendukung dari acara Earth Hour yang diselenggarakan di Aston Marina Ancol ini. Beruntunglah teman baru saya ini, namanya Mbak Etha, dimana ada beberapa foto dan captionnya di IG yang menarik dan berhak mendapatkan hadiah. Yeayy. Senangnya ya Mbak.

Saya dan Mbak Etha

Kemudian setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan murid SD Juara Jakarta Utara di atas stage. Ada 8 murid perempuan yang menyanyikan lagu dan 7 murid laki-laki yang memainkan musik. Mereka akan memainkan lagu dengan menggunakan alat musik perkusi yang terbuat dari kaleng bekas seperti kaleng bekas cat tembok, dan galon air bekas. Lagu pertama yang mereka mainkan musiknya adalah lagu daerah Yamko Rambe Yamko dan Apuse.

performance permainan perkusi anak SD Juara Jakarta Utara

Tak hanya permain musik dari murid SD Juara saja yang diadakan untuk memeriahkan acara Earth Hour ini, tapi juga ada games yang melibatkan seluruh tamu acara. Misalnya games tradisional “Kacang Panjang”, mes menyebutkan alamat lengkap Aston Marina Ancol, dan Games menabuh perkusi dari barang bekas tersebut sehingga menghasilkan musik yang indah. Saya pun turut serta dalam games tersebut dan sayang sekali saya tidak memenangkan gamesnya. Seru dan menyenangkan sekali. Hadiah yang diberikan diantaranya yaitu suvenir dari Aston Marina Ancol, tiket permainan Bounce Street Asia, kaos 60+ dan juga pulsa.

permainan kacang Panjang

Sambil menunggu acara pemadaman lampu, kami para tamu dipersilahkan untuk mencicipi makanan yang tersedia di Cumi-Cumi Cafe. Lokasi Cumi-Cumi Cafe ini di sebelah kiri dari pintu masuk Lobby dan sudah ada petunjuk namanya. Lucu ya namanya. Disana para tamu dibebaskan utnuk memilih makanan yang disukai. Cumi-Cumi Cafe ini hanya diberi batas  berupa pastisi dari kayu berbentuk vertikal dan tembok setengah badan yang diberi tanaman diatasnya. Kemudian ketika masuk saya langsung melihat tatanan kursi makan di sebelah kiri, di sebelah kanan juga ada tatanan kursi makan dan di tengah-tengah terdapat tatanan makanan dengan beragam macama menu. Untuk memeriahkan Earth Hour ini di Cumi-Cumi Cafe ini juga diletakkan lilin-lilin kecil yang berbentuk angka 60+.

ruang makan di Cumi-Cumi cafe


Menu-menu di Cumi-cumi Cafe


menu salad yang saya suka



otak-otak ikan yang enak


menu cemilan kue yang enak


papan nama menu di Cumi-Cumi Cafe


saya, mb Etha, Mbak Nisa dan Neeraj Khiani


partisi kayu dan tanaman  di Cumi-Cumi Cafe



Disana kita bisa menikmati berbagai makanan khas hotel, seperti beragam salad, beragam buah, beragam cemilan dan kue-kue serta roti, seafood dan makan pokok Indonesia. Sebagai pecinta salad sayuran dan buah, saya suka sekali dengan menu-menu yang ada di Aston Marina Ancol ini apalagi otak-otak ikannya enak sekali. Semua rasanya enak sekali dan rasanya pengen nambah terus. Tapi berhubung saya tamu, cukuplah diambil secukupnya yang penting perut sudah kenyang. Haduh jadi pengen ke Aston Marina lagi nyicipin makanannya lagi.

Menjelang pukul 20.30, kami para tamu dipersilahkan lagi kembali ke Kafe Cium-Cium untuk menyaksikan puncak acara yaitu pemadaman listrik di seluruh sudut Aston Marina Ancol. Sebelum pemadaman listrik dimulai, terlebih dahulu kita disuguhkan dengan permainan musik perkusi dari murid SD Juara Jalan Swasembada 13 Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lagu yang dimainkan yaitu “Mari Matikan Lampu” yang digubah dari lagu “Mana Di Mana Anak Kambing Saya”. Hebat ya anak-anak ini. Kreatif dan pintar memainkan musik.

Nah selesai permainan musiknya, acara puncak segera dimulai. Kami para tamu diajak untuk mengelilingi sebuah meja yang diatasnya terdapat lilin kecil berbentuk huruf 60. Puncak acara dimulai dengan adanya sambutan dari General Manager Aston Marina Ancol yaitu Ibu Dini M. Artha. Dalam sambutannya beliau  berkata, “Kami  mendukung penuh kegiatan Earth Hour yang diadakan WWF, dimana nanti semua tamu dan karyawan akan dilibatkan untuk turut serta berpartisipasi melalui pemadaman lampu selama 1 jam pada 25 Maret 2017 mendatang.”

Sambutan Ibu Dini M dan puncak acara Earth Hour


Kemudian beliau juga berkata, “Dengan turut berpartisipasinya Aston Marina Jakarta terhadap kegiatan Earth Hour ini, semoga dapat menginspirasikan para tamu dan khalayak, untuk dapat melestarikan energi bumi demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa yang akan datang”.

Selesai memaparkan sambutannya, lalu lilin-lilin tersebut kemudian dihidupkan semuanya dan lampu-lampu segera dipadamkan. Gelap gulita dan lilin-lilin ini sajalah yang menjadi penerang ruangan agar tidak terlihat gelap sekali. Earth Hour dimulai! Yeay...waktunya merenung dan meresapi kegelapan dengan doa. Setelah ini kita masih menunggu selama sejam pemadaman listrik untuk mengakhiri acara.

saya dan lilin 60


murid SD Juara di tengah kegelapan


ruang resepsionis di Lobby Aston MArina Ancol yang gelap


Cumi-cumi Cafe pun digelapkan


lilin 60+ di cumi-cumi cafe


Berikutnya, kami berfoto-foto bersama meskipun dalam kegelapan. Ini sebagai bukti bahwa kami para tamu dan pihak Aston Marina Ancol mendukung kegiatan Eart Hour demi melindungi bumi dan hemat energi.

Sambil menunggu satu jam berlalu, kami para tamu diperbolehkan melanjutkan makan-makannya di Cumi-cumi Cafe lagi. Berhubung masih terasa lapar, kami menikmati lagi makanan yang ada Cumi-Cumi Cafe ini.

Selesai sudah satu jam pemadaman listrik, kami kembali ke Kafe Cium-Cium lagi dong. Kan acara belum berakhir. Di penghujung acara, kami para blogger diberi tiket Bounce Street Asia gratis lo. Lumayan kan? Asyik. Besok loncat-loncat ah di Trampoline. Acara pun berakhir, kami para tamu diperbolehkan pulang. Alhamdulilah, acara berjalan dengan lancar.

Setelah mengikuti acara ini,  saya  jadi tahu apa itu Earth Hour. Dampak bagi saya adalah saya akan berusaha untuk menghemat listrik yang ada di rumah apalagi saat malam hari. Untuk listrik-listrik yang tidak dipakai sebaiknya dimatikan saja. Tidak hanya mematikan lampu di hari Sabtu saja, tapi secara rutin setiap hari berusaha memilah-milah mana lampu yang harus dimatikan dan mana yang tidak. Hemat listrik demi menghidupkan bumi yang sudah mulai mengalami sedikit kerusakan.


TENTANG EARTH HOUR 2017

Earth Hour 2017 Aston Marina Ancol

 
Sebelumnya saya seringkali mendengar tentang Earth Hour baik di sosial media maupun di televisi. Pada saat itu kita disarankan untuk mematikan lampu yang ada di rumah kita selama satu jam saja demi untuk menghemat energi. Tapi kali ini saya bisa merasakan bersama-sama dengan banyak orang di Aston Marina Ancol seperti apa sih kegiatan Earth Hour itu. Rasanya seru ya kalau gegelapan di sebuah hotel bersama banyak orang. Jadi saling merasakan bersama suasana Earth Hournya. Kalau di rumah gelap-gelapan sendiri kan takut jadinya. Kalau rame-rame malah seru dong ya.

APA ITU EARTH HOUR?

Menurut Wikipedia, Earth Hour  merupakan sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Dilaksanakan setiap Sabtu karena tidak ingin mengganggu aktivitas orang-orang yang bekerja pada hari kerja (Senin-Jumat), karena pada umumnya hari Sabtu para pekerja libur. Oleh karena itu kegiatan ini tidak ingin mengganggu produktifitas para pekerja kantoran. Biasanya pada hari Sabtu hampir  seluruh keluarga berkumpul dan diharapkan untuk melakukan penghematan listrik bersama-sama.

Pelaksanaan Earth Hour ini dilaksankan pada bulan Maret karena pada bulan ini hampir seluruh belahan bumi mengalami pergantian musim dengan suhu yang nyaman, sehingga ketika terjadi pemadaman listrik suhu pendingan dan pemanas ruangan akan tetap terasa nyaman digunakan. Pada akhir maret ini rata-rata semua  belahan dunia sudah cukup gelap sekitar jam 20.30 – 21.30,  sehingga dengan adanya Earth Hour efeknya menjadi lebih terasa.

Pencetus kegiatan ini adalah WWF dan Leo Burnett yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Leo Burnett ini berasal dari agen periklanan di Australia yang direkomendasikan oleh WWF Australia untuk "mendiskusikan ide yang akan menarik perhatian warga Australia tentang perubahan iklim". Ide yang selalu menjadi fokus utama sampai dengan saat ini. Pada saat itu ada sekitar 2,2 juta penduduk Sydney turut berpartisipasi dalam memadamkan lampu-lampu yang ada di rumah jika tidak terpakai. Kemudian selanjutnya diikuti oleh kota-kota lain di seluruh dunia. Pada awalnya Earth Hour ini bernama "The Big Flick". Kegiatan Earth Hour ini dilaksanakan setiap tahun, hampir seluruh kota di dunia berpartisipasi di dalamnya termasuk juga Indonesia. Di Indonesia sendiri, Earth Hour dimulai tahun 2009 dengan melibatkan seluruh masyarakat Jakarta dan beberapa daerah pelosok lainnya untuk turut berpartisipasi dalam upaya menyelamatkan energi bumi. Saya sendiri menyaksikannya dengan berpartisipasi bersama teman-teman blogger lain dalam kegiatan Earth Hour di Aston Marina Ancol sebagai salah satu Hotel di bawah naungan Archipelago International. Kegiatan ini puncaknya akan dilaksanakan pada pukul 20.30 - 21.30 waktu setempat.

LOGO 60+

Awalnya saya penasaran ,mengapa di Earth Hour ini menggunakan loga 60+. Apa itu? Ya, awalnya logo yang dimunculkan hanya angka 60 saja yang bermotif Planet Bumi. Hal ini merupakan lambang dari waktu satu jam yaitu 60 menit yang dimunculkan dalam kegiatan Earth Hour. Tapi kemudian logo 60 berubah dengan adanya penambahan tanda “+”, sehingga menjadi 60+. Hal ini dimaksudkan supaya aksi pemadaman listrik tak hanya satu jam saja, tapi diharapkan untuk jam-jam berikutnya kita bisa mematikan lampu dan menghemat listrik.  Diharapkan juga hal ini menjadi gaya hidup bagi semua orang.

logo 60+ di Cumi-cumi cafe

MENGAPA ADA KEGIATAN EARTH HOUR?

Ya, kegiatan Earth Hour ini tujuannya adalah untuk menjaga bumi dan melindungi bumi dari perubahan iklim yang drastis saat ini. Perlunya mengajak publik untuk melakukan perubahan gaya hidup yang sederhana dan murah yaitu hemat energi karena ketergantungan manusia terhadap listrik terus meningkat dari waktu ke waktu sedangkan sebagian besar dari pembangkit listrik itu berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang menghasilkan gas rumah kaca pemicu pemanasan global. Oleh karena itu kita harus mampu ikut serta dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Tak hanya satu orang saja dalam satu rumahuntuk menghemat listrik tapi semua orang di seluruh dunia. Tak hanya satu rumah saja, tapi setiap sudut kota dan semua bangunan yang ada di setiap kota tersebut. Baik itu gedung perkantoran, perbelanjaan,  maupun kantor perusahan dan pemerintah diharapkan untuk mematikan lampu-lampunya selama satu jam saja. Kalau seandainya 10% warga Jakarta melakukan penghematan listrik pada saat Earth Hour, kita bisa menghemat untuk memenuhi kebutuhan listrik di 900 desa dan menyediakan oksigen bagi 534 orang. Wow, fantastik kan.

Tidak sulit kan untuk mematikan lampu satu jam saja? Tidak berat kan? Hanya cukup sejam saja kok. Setelahnya baru boleh menghidupkan lampu-lampu lagi. Jika kita sebagai penduduk bumi melakukan langkah kecil ini setiap harinya, bayangkan saja dampak penghematan listrik akan berpengaruh besar terhadap bumi. Maka dari itu sekiranya kita sebagai penghuni bumi berusaha untuk mencintai bumi dengan melakukan hal terbaik bagi bumi tercinta, salah satunya yaitu memadamkan lampu selama satu jam setiap harinya.  

TENTANG ASTON MARINA ANCOL


fasad Aston MArina Ancol

perspektif Aston Marina Ancol

Aston Marina Ancol Jakarta merupakan salah satu Hotel di bawah naungan Archipelago International, yang telah beroperasi sejak tahun 2008 dengan mengusung desain minimalis modern dengan nuansa warna kayu. Lokasinya sangat strategis yaitu di tengah jantung area Jakarta Utara yang berada di jalan Lodan Raya, hanya berjarak tempuh waktu 25 menit perjalanan menggunakan mobil dari Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta. Inilah yang menjadikan Aston Marina Ancol sebagai sebuah fasilitas kota yang enak dan nyaman untuk menginap, mengadakan seminar, pelatihan, pernikahan atau tempat tinggal sementara di Jakarta Utara.

Pertama kali masuk ke lobbynya saya melihat perpaduan kontemporer modern yang sangat indah. Lobbynya sangat luas dengan nuansa warna putih coklat. Nuansa kontemporer dilihat dari adanya bahan-bahan kayu yang disusun vertikal dan horisontal di setiap furniture dan interior ruangan lobby termasuk juga di Cumi-Cumi Kafe dan Cium-Cium Cafe.


tampak depan Cumi-Cumi Cafe

tampak pintu masuk lobby Aston Marina Ancol

kolom lobby Aston Marina Ancol berfinishing kayu

suasana lobby Aston Marina Ancol

suasana di lobby Aston Marina Ancol

pose saya di lobby Aston Marina Ancol

berfoto di cumi-cumi cafe

Aston marina Ancol ini terdiri dari 356 kamar  dengan 3 macam tipe kamar yaitu tipe 1,2 dan 3 kamar tidur. Aston Marina juga memanjakan seluruh tamu dengan  adanya fasilitas  tambahan seperti fasilitas koneksi internet gratis dengan menggunakan Wi-Fi untuk seluruh area dan fasilitas antar jemput setiap hari dengan tujuan Ancol dan Mangga Dua. Seluruh fasilitas tambahan ini diberikan secara gratis untuk seluruh tamu yang menginap.

TENTANG ARCHIPELAGO INTERNATIONAL 

hotel-hotel di bawah naungan Archipelago International

hotel-hotel di bawah naungan Archipelago International


Aston Marina Ancol merupakan salah satu hotel yang berada di bawah naungan Archipelago International. Archipelago International adalah salah satu operator hotel terkemuka di Indonesia dengan portfolio lebih dari 110 hotel dan 15.000 kamar. Sebagai merek yang terus berkembang, Archipelago International memiliki aliran pengembangan melebihi 100 properti di Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Archipleago International merupakan salah satu perusahaan manajemen perhotelan terkuat di Asia Tenggara yang berbasis aset beragam, keahlian yang unik dalam condotel set up, operasi efisien dan terpusat, infrastruktur IT yang canggih dan industri e-commerce terkemuka serta penjualan & pemasaran tim yang kuat.

Archipelago International mengoperasikan beberapa Hotel dengan nama brand inti seperti : favehotel, NEO, Quest, Harper, Aston, Alana dan Kamuela. Archipelago International menawarkan pilihan dari villa mewah dengan kolam renang pribadi hingga pelayanan terpilih, hotel kelas ekonomi sampai dengan apartemen, dengan demikian para wisatawan Indonesia dapat menikmati jaringan hotel yang terbesar dan terlengkap.


Referensi:
wikipedia
Aston Marina Ancol
foto-foto dokumentasi pribadi
foto dari BloggerCrony
Foto dari Google






17 comments:

Rindang Yuliani said...

Wah seru sekali acaranya ya Mbak. Dulu aku juga pernah ikut acara ini pas mahasiswa dg teman2 kampus. Bagusnya sih diterapkan dalam kehidupan sehari2, bukan hanya perayaan 1 tahun sekali. Eh oya Mbak, di awal2 artikel ada typo ttg nama kafenya. Yg tertulis malah Cium-cium Cafe, hehe.

Liza Fathia said...

Di aceh juga ada acara EH mbak. Cuma karena malam, aku ga bisa ikutan. Yang di aston seru banget ya

Muhammad Syafii said...

wah ada lagi earth hours. dan kali ini ngundang blogger juga. semoga makin bagus tiap2 acara earth hour yang diadakan, biar pesertanya juga nggak bosen. heheheh...

ini acaranya termasuk mewah juga ya. lengkap dengan segala acara pendukungnya, kek makan2, dan segala perkenalannya. semoga bisa makin menghemat energi kita semua

Amanda Desty Yunistyani said...

Oalah itu toh artinya 60+
Acaranya seru deh yaa kayaknyaa...

eh itu kok cium-cium cafe mbak? huehehe

@unggulcenter said...

bagus banget ya, sekelas Aston Marina memperingati Earth Hour seperti ini. Bsa jadi contoh buat hotel lainnya.

Tarry KittyHolic said...

Cumi-Cumi dan Cium-Cium cafe, kirain typo ternyata emang 2 tempat ya Mbak? :)

Matiin semua lampu, ini yang belum pernah kami lakukan. Apalagi si kecil selalu bingung kalau tidur gelap2an. Harus dicoba terus kali ya

atanasia rian said...

Baru tau artinya EH 60+ hehehe. Tapi pasti asyik melihat gemerlip lampu dijauh sana ya. Perlu dilestarikan nih

Jiah said...

Aku udah lama gak ikut Eart Hour. Sering kelupaan. Untung ya ikutan acaranya di hotel dan nikmati makanan di kafe. Minimal seseruan dan ikut jaga bumi dg matiin listrik selama satu jam

Dian Ravi said...

Earth Hours. Memang kadang kita harus diingatkan untuk lebih peduli terhadap bumi ya, Mbak.

Lendy Kurnia Reny said...

Earth Hour sampe ada acara serunya gini yaa, mba Fania.

Saya hanya tau dari TV.

Dan jarang mempraktekkan, karena masih ada anak kecil.

Mudah-mudahan, kapan-kapan bisa melakukan EH lagi.

Demi bumi yang kita cinta.

Jiah Java said...

Aku udah lama gak ikut Eart Hour. Sering kelupaan. Untung ya ikutan acaranya di hotel dan nikmati makanan di kafe. Minimal seseruan dan ikut jaga bumi dg matiin listrik selama satu jam

Ocha Rhoshandha said...

Akhirnya bisa komen setelah sekian lama katuken gara2 nunggu loading yg ternyata php 😂

Aku jadi lupa nih mbak, mau komen apa. Hahahaha

Itu cafe cium2 sama cumi2 kok namanya gitu banget ya 😂 disengajain tuh, biar bikin baper sama laper
Ehh 😅

Pertiwi Yuliana said...

Ih jadi kangen. Dulu aku suka banget ikutan EH. Pas zaman-zamannya masih jadi jurnalis, berapa tahun lalu itu. Terus sejak masuk kuliah malah jadi gak gitu peduli lagi, padahal kan mestinya makin melek ya hwaaaa parah aku nih.

Btw, aku baru tau lho ada hotel ikutan EH juga. Keren vabget, harus ditiru nih. Luv!

Duniari Ree said...

Lho, itu ternyata cium-cium dan cumi-cumi beda ya? Huahhaha.... Aku koneknya kirain Mbanya typo. Hihihiii....
Seru dong acaranya ngajak anak SD juga. Semoga Eart Hour nya bisa jadi panutan...

Tukang Jalan Jajan said...

Ku earth hournya di lapangan alun alun kota. Seru juga sih kak. Belumnpernah ngerasain yang di hotel. Enak kali yak. Sambil makan dan bahagia. Pasti seru

andhikamppp said...

Iya, manfaat earth hours ini luar biasa banget sih. PAs pertama kali tahu, amaze banget sama manfaatnya. Biasanya, di rumah, saya ikut-ikutan earth hour. Ngobrol sama istri gelap-gelapan. Tapi tahun ini kelewattt uyyy.

Mahadewi Sugiastuti Shaleh said...

Aku dari dulu selau ikut earth hour, karena menjaga alam bukan cuma buat kita, tapi buat anak dan cucu. Btw, salam kenal mbak

Cek-E, Aplikasi untuk Pengguna E-Money pada IWIC 11

Saat ini semua aktivitas dalam bidang apapun sudah mulai mengarah ke teknologi digital. Semua serba canggih dan praktis. Cara-cara konvens...