Friday, July 21, 2017

Petualangan ke Pantai Sembilan Pulau Gili Genting Madura

Mudik menjadi perjalanan yang paling membahagiakan karena bisa bertemu orang tua dan saudara serta keluarga besar. Tentu saja bisa mencicipi makanan khas daerah kampung yang sudah lama sekali tidak dirasakan selama di perantauan.

Tradisi keluarga saya, sehari setelah lebaran ada hal wajib yang harus dilakukan yaitu jalan-jalan. Rencana ini sudah tertanam di kepala. Gak sabar banget jalan-jalan bareng satu keluarga besar. Memang sih keluarga saya itu besar banget alias banyak dan bersyukurlah kami itu kompak. Kemana-mana senangnya itu bareng-bareng.

Hari kedua setelah lebaran kami berencana untuk langsung jalan-jalan. Untuk tahun ini kami tidak ingin jalan-jalan ke tempat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena merasa sudah bosan dan butuh suasana tempat wisata yang baru. Kebetulan saat ini tempat wisata di Madura mulai dibenahi dan diperbaiki supaya bisa menjadi potensi yang dibanggakan dan menarik pendapatan dari wisatawan. Bagus dong, sudah seharusnya Madura dari dulu begitu. Tapi baru kali ini kesadatan itu ada.  Senang gak kepalang deh kalau banyak bermunculan tempat wisata baru di pulau Madura.

Untuk kali ini pilihan jalan-jalannya tetap jatuh ke kota Sumenep. Tadinya berniat banget ingin ke pulau Gili Labak. Tapi setelah dipikir pikir, perjalanan untuk nyeberang kesana butuh waktu 2 jam, belum termasuk perjalanan dari Pamekasan ke Sumenep juga butuh waktu 2 jam. Jadi total 4 jam. Sehingga banyak saudara yang keberatan. Tapi bagi anak muda mudi seperti saya sih oke-oke saja kalau harus menyeberang sejauh itu. Maklumlah orang tua masih banyak khawatirnya.


Setelah dirundingkan lagi akhirnya pilihan jatuh ke pantai Sembilan Pulau Gili Genting. Jarak tempuh perjalanan untuk nyeberang kesana cuma butuh waktu 30 menit saja. Bahkan perjalanan dari Pamekasan ke daerah spot pemberangkatan tidak terlalu jauh tepatnya di daerah Saronggi yang lokasinya sebelum sampai ke kota Sumenep. Cukup dekat kan dari Pamekasan. Gak sulit kok menemukan lokasi masuk ke spot pemberangkatan ke Pantai Sembilan Gili Genting. Hanya saja belum ada banner atau sign yang menunjukkan arah ke pantai Sembilan Gili Genting. Setelah mau sampai baru ada arah petunjuknya.


Sesampainya di pelabuhan Saronggi, kami memarkirkan mobil di sebuah lahan kosong yang memang khusus untuk parkir mobil. Ternyata banyak pengunjung yang bermobil datang kesini. Untuk menuju ke perahu, kami cukup berjalan sebentar. Berhubung diantara kami ada yang pakai sepatu atau sandal bagus, akhirnya kami membeli sandal jepit di sebuah warung yang dekat dengan pelabuhan. Disinipun juga disediakan toilet. Namun dindingnya masih berupa bilik-bilik yang membuat saya gak tenang ketika mau buang air kecil karena takut diintip orang sebab biliknya tidak rapat.




Kemudian kami membeli tiket naik perahu. Dimana satu orang dikenakan biaya Rp.10.000. Kapal yang akan kami naiki cukup besar. Lalu kami menunggu kedatangan perahunya. Selama menunggu sih masih sepi-sepi saja. Eh tiba tiba. Banyak pengunjung berdatangan. Jadi rame deh ini pelabuhan. Ketika perahu besar itu datang mereka malah berebutan masuk takut tidak kebagian. Bahkan pengunjung yang bermotor juga ikut mengangkut sepeda motornya ke dalam kapal.  Saya kurang tahu nih motornya dikenakan biaya berapa. Diantara pengunjung itu ada juga penduduk asli Pulau Gili Genting yang ikut naik perahu bahkan mereka membawa belanjaannya seperti sayur dan sembako. Sepertinya habis belanja di pasar daratan.



Nah,  berhubung keluargaku membawa anak balita dan ada yang membawa bayi 3 bulan, kalau masuk perahu harus berebutan sepertinya cukup mengerikan ya. Takut jatuh. Apalaginya perahunya penuh dan takut over capacity jadinya. Soalnya pengunjungnya main naik-naik aja semaunya. Sepertinya manajemen untuk naik perahu dan pemungutan karcis masuknya harus diperbaiki deh. Sebab sepenglihatanku ada pengunjung yang gak bayar dan suka suka aja naik perahu. Curang dong ya kalau gitu. Apalagi jimlah pengunjung yang naik perahu besar gak dihitung muatannya. Semoga aja gak sampai over capacity ya.

Akhirnya kami gak jadi ikut perahu besar itu karena memikirkan keselamatan kami. Terpaksa kami harus menunggu lagi perahu berikutnya datang. Tapi kok lama banget ya perahunya datang. Setelah dirundingkan kembali , kami mencoba memesan perahu kecil yang cukup menampung kami sebanyak 13 orang. Perahu ini sudah dilengkapi pelampung dan bisa kami sewa. Mau pulang jam berapapun bisa. Dikenakan biaya 500 ribu. Setelah menunggu cukup lama akhirnya dapat juga deh sewaan  perahu yang mau mengantarkan kami ke pantai Sembilan.  Sekitar jam 15.30 kami berangkat. Perjalanan yang akan ditempuh sekitar 30 menit.



Awal perjalanan cukup mengasyikkan. Tapi saat menuju tengah lautan. Ombaknya sangat besar, perahu bergoyang ke kanan ke kiri bahkan air laut pun memuncrat ke dalam perahu mengenai wajah kita. Basah deh wajah dan bajuku. Ah peduli amat dah.


Kita sih pada tegang dan anak-anak kecil pada ketakutan. Sampai-sampai mereka mendekap erat diantara kami. Kalau aku sih berusaha gak tegang dan menganggap perjalanan ini menyenangkan tapi tetap saja nih sepanjang perjalanan saya koma-kamit berzikir membaca doa mulai dari Al-Fathihah, Shalawat, Istighfar dan Ayat Kursi. Berdoa demi keselamatan kami sampai ke tempat tujuan. Sebenarnya agak deredeg ya karena kami membawa balita dan juga bayi umur 3 bulan. Beruntung sekali nih bayi anteng-anteng saja dan gak rewel. Sepertinya dia petualang sejati termuda di keluarga ini. Duh gusti, mudah-mudahan perjalanan ini mengantarkan kami ke tempat tujuan segera dengan selamat.

Setelah 30 menit akhirnya kami sampai juga di tepi pantai. Hanya saja tidak benar benar mendarat di bagian yang berpasir. Jadi kami harus turun dari perahu dan terpaksa celana atau rok kami basah terkena air laut. Satu persatu turun dari perahu dengan dibantu oleh nahkoda perahu. Saya yang pakai gamis pun harus berbasah-basah ria. Alhamdulilah sampai juga di Pantai Sembilan.



Ternyata ramai banget nih pantai. Ya, ini kan hari kedua setelah lebaran. Pantas saja banyak sekali pengunjungnya. Sesampainya di pantai kami mencari tempat teduh untuk tempat kumpul kami. Tapi sayang sekali tidak kami dapatkan. Tempat teduh di bawah pohon sudah penuh. Apalagi gazebo -gazebo yang berupa lumbung juga sudah penuh. Terpaksa deh, duduk aja di depan warung yang ada kursi bambunya. Sebagian lagi terpaksa berdiri.







Ternyata pantainya indah banget lo. Pasirnya putih dan bersih. Di sepanjang pinggiran pantai juga disedikan gazebo berupa lumbung untuk dijadikan tempat santai para pengunjung. Gratis. Di ujung sebelah kanan ada semacam stage untuk menginap. Ada dua buah stage yang beratap runcing. Itupun juga sudah penuh.

Disini juga disedikan toilet dan tempat mandi berupa shower. Hanya saja waktu saya mau ke toilet airnya mati. Terpaksa deh kami cari toilet yang lain. Letaknya di sebuah mesjid yang cukup besar. Untuk menuju mesjid ini harus berjalan sekitar 500 meter dekat dengan perumahan penduduk.




Nah, saat kami hendak ke mesjid kami menyisiri tepi pantai karena mesjidnya sudah kelihatan dari tepi pantai. Tapi ternyata kami salah jalan karena jalannya terjal dan berbatu bahkan harus melompat. Cukup susah untuk melompati batu-batu itu. Lalu kami mencoba balik arah. Bersyukurlah kami gak perlu balik arah terlalu jauh,ternyata ada jalan kecil menuju mesjid. Tapi kami harus melewati kuburan. Lewatlah kami disitu sambil permisi dengan para ahli kubur. Takut-takut mengganggu ketenangan mereka. Hehe. Akhirnya kami temukan juga jalan menuju mesjid. Sebenarnya sudah ada jalan keluar menuju mesjid tanpa harus menyisir tepi pantai tapi kami tidak tahu.

Wow ternyata mesjidnya besar juga ya, bagus dan bersih lo. Gak nyangka di pulau kecil ini ada mesjid yang bagus. Kami buang air kecil dan kemudian shalat. Gak nyangka juga saya bertemu tetangga masa kecilku disini. Wah dunia ini sempit ya. Selesai shalat kami kembali ke pantai. Saking laparnya belum makan sejak berangkat akhirnya kami menemukan ada penjual bakso dan kami berhenti dulu sebab di pantai gak ada penjual bakso bahkan nasi pun gak ada. Yang ada cuma penjual mie indomie saja. Lalu kami makan bakso. Namanya bakso beranak. Padahal waktu dibelah baksonya gak terlihat beranak tuh. Hehehe. Satu porsinya cukup Rp 10.000. Murah kan?

Nah habis makan kami lanjutkan menuju pantai untuk menikmati indahnya pantai Sembilan. Menyusuri pantai yang sangat ramai pengunjung sambil foto-foto.

Sayang sekali tepat pukul 17.00 WIB kami diharuskan kembali ke darat karena kalau sudah malam perahunya tidak bisa mendarat sebab air sudah mulai surut. Yah, sayang sekali belum puas main-main dan menikmati pantai sudah harus balik pulang.


Lalu kami bersiap-siap untuk kembali ke perahu dan menempuh perjalanan pulang ke darat. Seperti biasa harus berbasahan dulu untuk naik perahu. Alhamdulilah perjalanan pulang kali ini ditemani air laut yang tenang tanpa ombak yang mengguncang-guncang perahu dan menghamburkan air lautnya. Ditemani dengan suasana sunset yang indah tepat di tengah lautan. Betapa besarnya kekuasaanMu Gusti. Masyaallah indahnya hari ini. Sampai jumpa pantai Sembilan. Mudah-mudahan suatu saat bisa kembali kesini ya. Bye. Bye.



Tepat jam 17.00 WIB kami pulang dari Pantai sembilan. Kami disambut dengan angin sepoi-sepoi dan cahaya sunset. Indah sekali. Betapa besarnya nikmat yang kau berikan ini Tuhan. Gak lupa kami pun berdoa sepanjang perjalanan pulang. Mudah-mudahan selamat sampai di darat. Setengah jam perjalanan. Akhirnya jam 17.30 kami sampai di daratan. Tapi sayangnya perahu tidak bisa mendarat tepat di pinggiran karena air laut sudah keburu surut. Terjadi sedikit keributan dari nahkoda. Mereka bersusah payah untuk mendaratkan perahu ke pinggir tapi tetap saja tidak bisa. Kami sedikit cemas dan berdoa. Duh semoga saja ada solusi. Beruntunglah di bantu oleh penduduk sekitar. Akhirnya perahu di dekatkan ke perahu besar lainnya. Jadi kami harus melompat ke perahu besar untuk menuju daratan sambil dibantu oleh nahkoda dan penduduk sekitar. Alhamdulilah kami semua selamat dan sampai di darat dengan bersyukur yang amat sangat.

Sayangnya pasangan sandal suamiku sepertinya terjatuh ke laut saat menyeberang tadi. Ternyata kami meninggalkan jejak disini. Padahal itu sandal baru dibeli. Untung saja harganya cuma 50.000. Jadi kalau hilang gak terlalu nyesek-nyesek amat ya. Ya sudahlah biarkan saja hilang. Suamiku meninggalkan sandal sebelahnya di daratan ini. Kali aja kalau pasangan satunya ketemu bisa dipakai oleh orang yang menemukannya.


Cukup sekian perjalanan seru dan menantang kami kali ini. Kembali yuk ke rumah.


*****

Catatan saja untuk pengelolanya supaya manajemen pembelian karcis perahu dan untuk naik perahunya dikoordinir dengan baik supaya pengunjung tidak berebutan naik perahu. Mudah-mudahan di tahun berikutnya kalau kami kesini lagi menejemennya sudah bagus ya. 

Monday, July 3, 2017

Menulis asyik dan mudah di Opini ID

Menulis menjadi keasyikan tersendiri buat kita yang suka dan hobi menulis. Saat ini menulis tak lagi di sebuah buku atau diary, namun mulai beralih ke sebuah blog pribadi yang gampang sekali untuk mendaftar dan membuat akunnya. Tapi kalau kita menulis di blog, rata-rata tulisan panjang kali lebar dan sangat detail, layaknya orang sedang curhat pribadi. Bahkan jumlah katanya bisa melebihi 2000 kata. Di blog kita bisa menulis apapun sesuka kita dan semampu kita.

Buat kalian yang suka menulis ringkas dan singkat, ada lo platform yang keren untuk tempat kalian menulis. Namanya Opini ID. Platform menulis ini cocok banget buat kalian yang suka menulis berupa poin-poin. Tulisan yang kita buat ringkas dan pendek. Layaknya blog mini yang dibuat ringkas dan hanya diambil poin-poin pentingnya saja. Platform Opini ID ini juga sangat cocok buat pemula yang ingin belajar menulis.


Saya sendiri mulai ketagihan menulis di Opini ID, karena mudah dan praktis. Bahkan untuk mendaftarpun mudah. Bentuknya yang mini sangat mudah digunakan serta mudah dibaca.

Kenapa sih harus menulis di opini ID? Ini dia beberapa alasan:

 1. Cara mendaftarnya mudah. 

Opini ID bisa di akses langaung ke websitenya yaitu opini.id. Cara mendaftarnya pun sangat gampang dan mudah. Tinggal buka webnya. Lalu kita bisa sign in dengan mengisi data-data yang dibutuhkan. Selain itu bisa juga sign in melalui sosial media seperti facebook, twitter dan whatsapp. Kita tidak perlu susah-susah mengkopi linknya. Setelah sign ini langsung deh akun kita terdaftar. Berikut langkah-langkah untuk membuat akun di opini id:

 a. Buka web opini ID di laptop, handphone maupun aplikasinya.


 b. Sign in melalui facebook,twitter atau email. Bisa juga sign up dengan mengisi alamat email, full name, create password dan confirm password.



 c. Edit profil dengan menuliskan bio kita dan alamat blog pribadi yang dimiliki.



 d. Siap menulis.

 2. Mudah diakses.

 Opini ID ini mudah sekali di akses melalui situs opini.id baik di laptop ataupun melalu Handphone. Untuk mengaksesnya cepat dan tidak butuh waktu yang lama.

 3. Mudah memposting tulisan.

 Untuk membuat tulisan pun mudah. Tidak terlalu ribet seperti menulis di blog. Berikut cara memposting tulisan:

1.      Buka web opini.id

2. Create artikel dengan membuka menu topic. Lalu klik bulatan hijau bergambar pensil.



3. Akan muncul create topic sebagai halaman pertama. Lalu add media dengan ukuran 512x800 pixel. Baru ditambahkan judul dengan maksimal 40 karakter. Selanjutnya klik next.


 4. Akan muncul halaman kedua. Di halaman ini kita bisa menuliskan awal atau pengantar tulisan dengan jumlah karakter maksimal 500. Setelah selesai, lalu di next lagi.


 5. Di halaman ketiga dan seterusnya, akan muncul tulisan "what do you think" dengan simbol lingkaran +. Klik lingkaran tersebut, lalu kita bisa melakukan 3 pilihan yaitu voice opinion, create article dan ask the crowd.



 6. Untuk memilih voice opinion, tinggal add media video yang akan kita posting kemudian tuliskan opini kita dengan maksimal 150 karakter.


 7. Untuk memilih create article , kita bisa add media, membuat judul dan menuliskan artikel yang diinginkan sesuai dengan judul di halaman pertama. Untuk membuat artikel pun maksimal 150 karakter. Baru setelah itu klik tombol post di kanan atas. Lalu posting untuk halaman berikutnya.



 8. Untuk memilih ask the crowd. Bagian ini merupakan artikel dimana kita bisa melakukan polling kepada pembaca. Caranya cukup klik ask the crowd lalu ada 2 pilihan yaitu image poll dan teks poll. Tinggal insert media lalu beri deskripsi. Maksimal deskripsinya 150 karakter.


 4. Mudah dipahami

Opini ID memang merupakan platform menulis yang praktis. Para pembaca pun tinggal menggeser halaman per halaman yang ada. Setiap halaman biasanya dilengkapi dengan gambar yang menjadi penjelasan dari tulisan. Di bawah gambar pun sudah ada penjelasan singkat yang mudah dipahami.

 5. Ada aplikasinya

Ya platform ini sudah ada aplikasinya lo. Jadi tinggal instal aplikasinya di play store. Kita langsung bisa mengakses opini ID melalui handphone. Logonya berwarna hijau dengan logo huruf O.

 6.  Cocok untuk pemula

 Nah, untuk yang lagi belajar menulis, platform opini ini cocok banget buat kalian. Tinggal melakukan langkah-langkah yang sudah disediakan, kita bisa membuat artikel dengan mudah. Tidak usah repot-repot memikirkan html, theme, dan lainnya.


 7.  Ada tombol share postingan

Postingan yang sudah kita buat, bisa lo langsung di share ke sosial media seperti facebook, twitter dan whatsapp. Untuk menshare postingan kita tinggal buka postingan yang kita buat lalu klik tanda titik tiga di bawah postingan. Pilih sesuai keinginan mau dishare di sosial media yang mana.



Nah, itulah beberapa hal kenapa menulis di opini ID itu asyik dan mudah. Di opini ID ini juga ada menu notifikasi, dimana kita bisa mendapatkan notifikasi siapa saja yang like and share postingan kita. Bahkan akun kita bisa di follow oleh sesama akun yang lain juga. Begitu juga sebaliknya. Kalau kita buka profil akun kita maka akan terlihat berapa jumlah followers dan following kita.

Bagi tulisan/postingan yang bagus dan menurut editor bagus, akan langsung di share langsung di media sosial opini ID Untuk tulisan-tulisan terpilih bisa kita lihat di menu editor choice. Menjadi kebanggaan tersendiri lo, kalau tulisan kita masuk di menu editor choice.



Selain menu editor choice ada beberapa menu yang bisa kita gunakan, yaitu:
 1. Fresh
 2. Topic
 3. #puasapuas
 4. 1 menit
 5. Obrolan kulkas
 6. Nge-giring nalar
 7. Hoax saber
 8. Oh gitu
 9. Kita kaya

Untuk mengetahui apa saja isinya,tinggal dilihat satu persatu. Banyak sekali artikel informasi yang kita dapatkan. Mulai dari hal-hal yang informatif, lucu, unik, aktual dan bukan berita-berita hoax.

Nah, sudah tahu kan platform baru yang bernama opini ID ini? Mudah kan membuatnya?

Berburu Voucher Murah di BambiDeal

Tiap kali weekend, ada saja keinginan untuk menghabiskan waktu berdua di luar rumah. Selain menghilangkan kebosanan juga supaya terasa leb...