#Memesonaitu, Menjadi Diri Sendiri dan Mampu Menempatkan Diri

Kala itu saya sedang  makan siang di sebuah restoran dekat kantor bersama ketiga teman saya. Reni, Shinta dan Marsya.  Saat kami sedang berjalan, tiba tiba ada seorang teman kantor menyapa saya dengan ramah.

"Hai, mbak Fania!"
"Hai, Rudi!"

Lalu di langkah berikutnya kami bertemu lagi seorang teman.

"Eh, ada mbak Fania. Lagi mau makan ya?"
"Eh Meta. Iya nih. Ayuk makan bareng."

Setelah sampai, kami duduk di salah satu meja dan mencoba memilih menu.

Si Reni nyeletuk, "Eh, Fan, perasaan tadi kita jalan berempat lo ya, Kok kamu  yang pertama kali disapa sama mereka sih? Padahal kan mereka kenal kita juga ya?".

Shinta juga menyahut, "Iya bener. Ih, kayaknya pesonamu luar biasa deh ya. Kita-kita kalah. Padahal kamu kan udah emak-emak."

Aku hanya senyum-senyum saja ke arah mereka. Sambil membalas pertanyaan mereka.

"Hmm.. saya juga kurang tahu ya. Cantik aja saya enggak. Emang ada yang memesona dari saya, gitu? Ayolah jangan begitu. Saya kan gak bermaksud mengalahkan kalian. Tapi, gimana ya. Setiap kali bertemu dengan mereka,  dimana pun, kalau saya  kenal dengan mereka,   pasti saya akan menyapa terlebih dahulu. Kalau saya gak kenal tapi mereka kenal saya pasti mereka menyapa duluan." Ujarku

"Tapi kalau diperhatikan sih kamu tuh dikenal banyak orang lo. Mulai dari atasan bahkan sampai office boy juga." Ujar Marsya.

"Duh kalian nih ya. Jangan melebih-lebihkan deh."

Lalu Marsya berbicara, " Kalau menurutku, Fania nih disukai banyak orang karena kamu tuh percaya diri banget orangnya. Penampilan juga sopan tapi gak neko-neko dan suka senyum. Bener gak temen-temen?"

"Iya bener, pantesan orang-orang kenal kamu ya. Tapi jujur saya suka kepribadianmu Fan. Kamu ringan tangan banget. Saya aja yang gak tahu hal kecilpun selalu kamu bantu. Pantas saja sampe driver dan office boy kenal kamu. Kamu suka kasih tips ya kalau minta tolong sama mereka." Shinta menambahkan. 

"Hihihi. Saya cuma menghargai bantuan mereka kok. Gak lebih. Makanya tiap kali minta bantuan mereka. Saya selalu memberi penghargaan kepada mereka meskipun sedikit sih."

"Tuh kan. Betul. Selain pinter gambar kamu juga pinter bikin craft. Eh trus apalagi tuh, suka nulis-nulis di blog ya, sering menang juga. Trus...hmmm sudah S2 lagi. Trus apalagi ya. Balas Reni
Eh. Kemarin tommy dan reta, anak lantai atas nanyain tentang kamu fan? Katanya. Mbak fania itu ramah banget sama kita. Suka senyum lagi. Dan orangnya smart juga."

"Duh..duh..duh kalian tuh terlalu berlebihan deh ya. Saya tuh apalah cuma manusia juga. Kelebihan yang saya punya cuma segitu segitu aja kok. Apalagi saya kan sudah emak-emak. Cantik aja kagak. Sampe segitunya memuji.

"Haduh bener bener deh fan kamu tuh memesona banget orangnya."




#MemesonaItu adalah Menjadi Diri Sendiri

Menjadi wanita memang selalu identik dengan kecantikan. Namun bukan kecantikan yang menjadi fokus utamanya. Menjadi seorang wanita yang memesona adalah menjadi diri sendiri dan mampu menempatkan diri kita di lingkungan rumah dan keluarga, tempat kerja dan juga masyarakat. Artinya bagaimana kita menjadi diri kita sendiri tanpa pencitraan.  Melakukan apa yang kita suka tanpa mendapat paksaan apapun dari orang lain namun tetap sesuai dengan norma yang ada.




Menurut saya #memesonaitu seperti apa yang teman-teman ungkapkan tentang saya diatas. Ada 7 pesona dalam diri saya yang menunjukkan kepribadian saya sebagai diri saya sendiri. Dari diri saya sendirilah yang mampu membuat saya mampu menempatkan diri dimanapun saya berada. Berikut 7 pesona yang saya miliki, diantaranya yaitu:

 1.   #MemesonaItu, Mematuhi Peraturan Dimanapun Berada. 



Mematuhi aturan yang ada berarti  saya menghargai aturan tersebut dan saya merasa bahwa saya berada di lingkungan tersebut. Jika aturan dilanggar maka nantinya saya akan mendapatkan hukuman yang harus saya terima.

Mematuhi perintah suami adalah jalan menuju surga. Menjaga hubungan baik dengan suami dan anak juga akan menciptakan keharmonisan keluarga. Jika hal itu sudah dilakukan maka pesona saya sebagai seorang istri akan tampak menakjubkan di mata suami saya. Semakin hari dijamin suami saya akan selalu menghargai saya dan semakin cinta dengan istri tercinta ini. Hingga kehidupan sakinah, mawaddah dan warohmah akan selamanya tercipta hingga maut memisahkan kita.

Selain sebagai istri, saya juga seorang karyawan atau wanita karir di suatu perusahaan, pesona saya akan lebih terpancar jika saya mematuhi peraturan yang ada dan jangan sekali-kali berbuat curang dengan mengindahkan aturan perusahaan. Jika pesona tersebut terlihat dalam keseharian saya di kantor maka insyaallah atasan akan memberikan apresiasi lebih terhadap saya. Begitupun juga dengan bawahan akan selalu menghormati dan menghargai saya. Termasuk juga rekan kerja. Kalau pesona saya sebagai seorang karyawan terpancar maka kenaikan karir saya akan naik melaju. Insyaallah.

2. #MemesonaItu, Bertanggung Jawab.


Saya adalah termasuk jiwa yang suka bertanggung jawab. Artinya jika saya melakukan sesuatu maka saya harus siap dengan segala resikonya baik itu positif maupun negatif. Jangan pernah lari dari tanggung jawab karena itu menandakan hal yang munafik.

Di dalam rumah, saya bertanggung jawab terhadap keluarga, terhadap suami dan anak-anak juga. Melayani mereka dan selalu menjaga nama baik mereka. Melakukan apa yang menjadi hak dan kewajiban saya sebagai istri dan seorang ibu. Itulah sebuah pesona yang harus terpancar bagi seorang wanita seperti saya.

Sebagai wanita karir, saya pun harus bertanggung jawab sebagai seorang  karyawan. Memang berat membagi tanggung jawab sebagai istri dan wanita karir. Tetapi hal itu harus saya lakukan karena itu adalah sebuah pilihan yang saya tempuh. Menjadi wanita karir bukanlah sebuah paksaan tapi keinginan diri yang sudah sejak lama saya idamkan.

Beruntunglah suami selalu mendukung karirku dan tak henti -hentinya menyemangati dan memotivasi jika saya mulai jenuh dengan pekerjaan kantor. Bagi saya bekerja sebagai wanita karir bukanlah sebuah tuntutan untuk mendapatkan gaji yang melimpah tapi hanya sebuah kesenangan jiwa yang mampu membuat hati-hariku bersemangat menyalurkan ilmu, bakat dan pola pikirku supaya terus terasah. Itulah mengapa saya bertekad menjadi wanita karir. Bagi saya menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir adalah pesona yang tak bisa terbantahkan.

 3.  #MemesonaItu, Mandiri.




Saya memang bukan tipe wanita yang mudah tergantung dengan orang lain. Wanita yang mandiri memang selalu mempunyai pesona yang luar biasa. Bukan berarti menjadi seorang wanita tidak membutuhkan tempat bersandar.

Sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga, saya memang butuh sandaran dari suami. Tetapi tidak selamanya saya terus menerus bersandar kepadanya. Saya harus mampu mandiri. Itulah yang diajarkan orang tua saya sejak kecil. Maka dari itu saya harus bisa segalanya termasuk melakukan pekerjaan seorang laki-laki yang mampu saya lakukan. Misalnya bila ada peralatan rumah tangga yang rusak saya usahakan untuk mencoba memperbaikinya sendiri. Jika saya benar-benar tidak mampu maka saya akan mencoba untuk mencari bantuan suami. Terutama pekerjaan memaku,menggergaji, dan sejenisnya. Mengapa saya melakukan itu semua? Ya, jika suami sedang tidak ada di rumah, saya bisa menghandle sendiri apa-apa yang biasa suami saya kerjakan. Sehingga pekerjaan rumah tangga beres. Intinya saling membantu.

Nah, apalagi kalau di kantor, saya terbiasa melakukan semua pekerjaan saya sendiri. Jika saya tidak tahu, saya berusaha mencari tahu sendiri apa solusinya. Baru jika sudah mentok tidak tahu, maka saya akan mencari bantuan. Itulah saya. Tak mudah menyerah untuk mencari tahu segala hal yang belum saya ketahui. Saya juga termasuk sungkan untuk selalu meminta tolong orang lain selama saya bisa melakukannya.

 4.  #MemesonaItu, Rajin Beribadah.



Orang tua saya adalah jiwa yang rajin beribadah. Dalam kondisi apapun baik sehat ataupun sakit selalu ingat untuk melakukan shalat lima waktu, shalat sunnah, berpuasa dan mengaji. Bagi saya itulah sebuah pesona yang akan selalu terbawa sampai akhir hayat. Dari merekalah saya belajar artinya beribadah dan percaya pada Illahi. Baik di rumah maupun di kantor termasuk juga di lingkungan masyarakat saya tak pernah melupakan ibadah. Dalam kondisi terbatas apapun ibadah itu penting sebagai sebuah wujud keimanan kita kepada Illahi. Luangkan waktu sejenak untuk lebih mendekatkan diri kepada kepada Illahi dengan selalu melakukan perintah dan menjauhi larangannya.

Mencurahkan segala keluh kesah saya dan meminta apa yang ingin saya pinta kepada Ilahi. Jika ibadah saya rajin maka pesona yang saya miliki akan menjadi kekaguman Illahi untuk mewujudkan apa yang saya mau. Insyaallah.

 5.  #MemesonaItu, Kreatif dan Memiliki Jiwa Seni.



Saya termasuk seseorang yang memiliki jiwa kreatif dan seni. Hal tersebut sudah sejak kecil saya miliki. Hampir semua orang mengagumi apa yang saya miliki. Memang benar orang yang kreatif dan berjiwa seni adalah orang yang memesona. Itulah yang dikatakan beberapa orang kepada saya. Tetapi apa yang saya miliki adalah apa yang Tuhan berikan kepada saya. Itulah jejak -jejak cinta Illahi kepada ciptaan-Nya.

Beberapa kreatifitas dan seni yang saya punyai yaitu saya bisa menggambar, saya bisa membuat craft, saya bisa membuat tulisan dalam sebuah blog. Maka dari itu saya tak ingin jiwa seni yang saya punyai terpendam begitu saja. Sebagai wanita, saya harus mampu mengembangakan jiwa seni saya. Tak puas untuk selalu belajar dan berkreatifitas. Saya memang seorang lulusan arsitek dan saya bisa menyalurkan hobi menggambar saya dengan merancang sebuah bangunan. Bahkan jiwa seni saya kembangkan dengan membuka sebuah usaha bernama Fanbeelous Craft, sebuah usaha hiasan hantaran dan pernikahan serta bros pita cantik. Alhamdulilah sedikit demi sesikit usaha saya berkembang dan saya harapkan akan terus maju demi menyalurkan kepuasan jiwa seni yang saya punyai. Itu juga berkat dukungan dan support suami serta keluarga.

Di sela-sela rutinitas saya, jiwa senang menulis terus saya kembangkan dengan membuat sebuah blog bahkan sampai menerima endors berbagai produk hingga akhirnya beberapa tulisan saya memenangkan lomba blog. Alhamdulilah apa yang telah saya dapat selama ini adalah sebuah nikmat dan rejeki yang Tuhan berikan kepada saya dan saya tak mampu untuk menolaknya.
Jika sebuah pesona yang dapat dilihat dari seorang wanita adalah mempunyai karya dan mampu menunjukkan jati diri yang sesungguhnya. Memanfaatkan dan mengembangkan apa yang dimiliki hingga bermanfaat bagidiri sendiri dan juga orang lain.

 6.  #MemesonaItu, Percaya Diri.



Percaya diri bukan berarti sombong. Percaya diri itu penting dan harus saya punyai. Jika ingin melakukan sesuatu dengan sebuah kepercayaan diri yang tangguh maka apa yang saya lakukan akan mendapatkan sebuah keberhasilan walaupun terkadang ada juga kegagalan. Percaya diri untuk terus bangkit dari kegagalan merupakan pesona diri yang menandakan bahwa diri saya pantas untuk terus maju dan berkembang. Saya ingin sukses dan membahagiakan orang-orang yang ada di sekeliling saya. Termasuk suami dan keluarga. Kepercayaan diri saya adalah berasal dari support dan kasih sayang mereka.

 7.  #MemesonaItu, Ringan Tangan dan Suka Bersedekah.



Ringan tangan berarti suka membantu. Saya tak berhenti untuk selalu bersikap membantu orang lain dan juga bersedekah. Jika saya membantu orang lain dengan ikhlas dan memang dari hati, saya yakin apa yang saya lakukan selanjutnya akan Tuhan permudah. Termasuk juga jika saya bersedekah. Rejeki saya akan terus lancar dan tak terputus. Itu telah saya buktikan selama ini. Saya belajar kedua hal tersebut dari orang tua saya dan termasuk juga suami saya.  Dari mereka saya banyak belajar bagaimana menjadi manusia sejati yang harus melalui hidup ini hingga akhirnya kita nanti akan dimudahkan jalannya menuju suraga. Membantu orang lain dan bersedekah adalah salah satu jalannya. Amalan ini akan menjadi sebuah perhitungan di akhirat nanti. Pesona seorang manusia adalah rajin bersedekah dan membantu orang lain.

Itulah mengapa banyak orang terpesona denganku. Mereka mengenalku walaupun saya tak mengenal mereka. Setiap kali bertemu dengan orang yang membutuhkan bantuan saya usahakan untuk membantu mereka jika saya mampu. Saya pun usahakan untuk rajin bersedekah dimanapun saya berada. Baik di lingkungan kantor, masyarakat bahkan di rumah.

Jadi #Memesonaitu ...

Bukanlah menirukan apa yang orang lain lakukan. Memesona bagi saya adalah menjadi diri sendiri dengan segala keunggulan dan kekurangan yang saya miliki. Dengan segala kelebihan yang ada saya harus mampu mengembangkan dan memanfaatkan apa yang saya miliki supaya bermanfaat untuk saya sendiri dan orang banyak. Memanfaatkan kelebihan yang dipunyai haruslah tetap mengikuti jalur aturan yang ada. Hingga apa yang kita punyai tidak menyimpang aturan. Memiliki kelebihan adalah keistimewaan yang Tuhan berikan kepada saya. Tanpa itu semua, niscaya saya mampu melakukan beberapa profesi dalam satu waktu yaitu menjadi istri dan ibu rumah tangga serta menjadi wanita karir yang selalu memanfaatkan waktu yang ada untuk mengembangkan hobinya seperti menulis blog, membuat craft dan menggambar.

Dengan segala kekurangan yang saya miliki, saya harus menyadari bahwa kekurangan saya bukanlah sebuah hambatan untuk mengembangkan diri. Bukanlah kelemahan yang terus dipendam. Namun kekurangan adalah sebuah semangat diri supaya terus dan terus berusaha untuk maju dan menutupi kekurangan tersebut dengan segala kelebihan yang saya miliki. Maka jika saya sudah berhasil menutupi kekurangan yang saya miliki dengan percaya diri terhadap kelebihan yang ada, maka saya sudah menunjukkan pesona diri yang hanya saya punya.

Jadilah diri sendiri, mampu menempatkan diri dimanapun saya berada dan ciptakanlah peluang yang ada supaya pesonamu terpancarkan. Itulah yang akan membuatmu memesona.


#MemesonaItu


#MemesonaItu





Comments

atanasia rian said…
Bener, memesona itu jadi jadi siri sendiri apa adanya tetapi tetap mengikuti rules yang ada bukan seenaknya
Oky Maulana said…
Memang sih, jadi diri sendiri dan menempatkan diri itu emg susah.
Terkadang, udah jadi diri sendiri malah ada yg gak suka terus harus jadi orang lain. Kadang juga udah berusaha menempatkan diri eh dibilang kenapa jadi orang lain? Kan lo gak begini sebenarnya. Serba salah ya kaya Raisa. Eh, maap jadi curhat wkwkwkwk
Jadilah diri sendiri, mampu menempatkan diri dimanapun saya berada dan ciptakanlah peluang yang ada supaya pesonamu terpancarkan.

Kutipan di akhir tulisan yang paling berkesan, jadi tak perlu repot untuk menjadi orang lain. Menjadi diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan diri kita.
〜ラッキ said…
Terima kasih atas inspirasinya yang mempesona. Hihi ^^
Bisa menempatkan dan memposisikan diri memang perlu sekali. Kemudian ketika kita diri kita terkesan "lain" antara tempat satu dan tempat lainnya-pun menurut aku itu bagian dari menempatkan diri meskipun aku sendiri yang masih belajar untuk bisa lebih percaya diri (^^;)
Setidaknya kita ngga perlu susah payah menjadi orang lain sebagaimana disampaikan dalam kalimat penutup tulisan ini ;)

[Lucky]
Nurliana Syaf said…
Aku setuju banget dengan memesona itu......... rajin ibadah. Karena hidup gak hanya cuma buat dunia yg hanya sementara ini. MUeheheh
refika artari said…
setuju dengan teman temannya..

dari penerawangan saya, mbak fania emang memesona

cantik itu relatif, tp dengan 7 point tersebut, yakin deh pasti mbak fania dicintai semua orang..

Rindang Yuliani said…
Menurut saya memesona itu dapat melakukan yg terbaik sesuai peran yg diemban. Subhanallah, baca tulisan ini saya jadi kagum dg Mbak Fania dengan segala bentuk pesonanya.
Tomi Purba said…
Cantik belum tentu mempesona, mempesona pasti itu cantik mba hehehe..
Yg penting murah senyum biasanya akan banyak orang yg kenal dan inget dengan kita mba
Nunu Halimi said…
iya mba, perempuan yang mandiri dan tidak mudah bergantug kepada orang lain itu memang memesona..mungkin itu efek mereka bisa jadi diri sendiri yah..
Masirwin said…
Setuju banget memesona itu menjadi diri sendiri,,, sebab manusia diciptakan memiliki keunikannya masing-masing tinggal bagaimana kitanya memaintenance keunikan tersebut :)
April Hamsa said…
Ciyeeeeeeeee yg memmesona banyak orang :D
Mbak Fania keren sampai bisa menjadikan hobi jadi bisnis gtu.
Semoga makin sukses ya mbak usahanya :)
waw!memesonanya lengkap banget. tinggal mendapatkan pujaan hati yang seimbang. kalo menurut aku memesona itu punya pasangan yang saling melengkapi #eh
Ocha Rhoshandha said…
wuaaaah, yang memesona banget menurut saya itu yang poin satu, taat aturan. Soalnya jarang banget ada wanita cantik yang taat aturan. Kudu dijitak aja kalau dia tiba-tiba ngeleos padahal habis nabrak orang. Cewek pulak. ah, gilak. gak ada pesona-pesonanya tuh...

Semoga menang ya mbaaaak lombanyaaa
Siti mudrikah said…
#Memesonaitu jadi diri sendiri dan selalu berusaha menjadi yg lebih baik, aku suka semua point2ny mba, terlebih percaya diri, krna buat aku susaah bgt buat percaya diri, suka minder dan agak malu kalo mau melakukan sesuatu.
Jiah said…
Jadilah diri sendiri dan lakukan kebaikan. Nah itu bs jd pesona deh. Setuju dg poin2 yg Mbak sampaikan. Aku aslinya bkn org penyapa, tp kalau disenyumin ya balas. Krg pesona ini, hehwhw
Pu said…
Memesona itu, cantik dr dalam maupun luar. Kalau di novel, cowok badboy itu memesona, aneh ya
Pertiwi Yuliana said…
Aku setuju sama ketujuh definisi memesona yang disebutkan di atas. Tapi kalau buatku pribadi, aku akan lihat seseorang begitu memesona itu di dua poin: beribadah dan berjiwa seni. Kalau soal beribadah, ya orang kalau udah ibadahnya tekun kurasa pasti akan terpancar pesonanya dari dalam dan faktor-faktor lainnya mengikuti kalau ibadahnya sudah sedemikian baik. Dia akan menjadi baik dalam segala aspek, jadinya poin-poin lain yang Mbak sebutkan kerangkum di dalam satu itu. Nah kalau yang kedua, ini karena faktor akunya yang emang suka kesenian sih ya, jadinya kalau lihat orang yang punya jiwa seni dalam bidang kesenian apa pun tuh rasanya gemas sekali dan kagum sekali, berbinar-binar terpesona begitulah huehehe
Alhamdulillah...
#memesonaitu adalah kamu.

Iya mba,
Semakin dipahami, bahwa #memesonaitu bukan cuma cantik di luar tapi juga harus dari hati.
Prima Hapsari said…
Menjadi diri sendiri itu kadang ngga mudah juga, banyak tantangan, tapi bagi saya menjadi diri sendiri itu mutlak