Atas kau yang kusebut, Cinta

Atas kau yang kusebut, Cinta

Semburat rindu menjelajah, menjalari seluruh tubuhku. 
Entah mengapa, membuncah dan menggebu kelu.
Tetesan peluh membasahi ruang pori lapisan kulitku.
Dengan segala pertanyaan yang mengerubuti sel-sel otakku.

Tatapanmu seolah tak mengerti dimana aku dan kamu berada.
Ucapanmu seolah tak mengetuk setiap kata dari jiwa yang ku sapa.
Ah, kumelihat jiwamu tak ada lagi, melayang ke dunia entah dimana.
Dalam tanya kuberharap menemukan setitik cinta yang sempat hilang kemana.

Atas kau yang kusebut, Cinta

Aku rindu dalam wajahmu yang dulu penuh gelora.
Aku rindu kata-kata bijak yang sempat kau lontar penuh rasa.
Aku merindukanmu dalam ingatan kala senja menyapa.
Katakanlah kau ingat aku dalam  setiap kisah yang sempat terlalui asa.

Rinduku menumpuk seolah ingin mencuat.
Rindu keberadaanmu akan ingatan yang sempat hilang tersesat.
Rindu jiwamu hangat mendekap mengusir penat.
Rindu itu sungguh menyiksa dan merenggut sukma yang hangat.

Kembalilah Cinta, ingatlah Senja itu.


Jakarta, Februari 2016






5 komentar

  1. Puisi rindu yang menggebu
    Kepadakah siapa gerangan itu
    :)
    Salam kenal ya, Mom

    BalasHapus
  2. kayanya ada kenangan special saat senja ya Mba Fania? sampai rindu menagihnya kembali heheheh

    Terima kasih atas partisipasinya dalam GA saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. betul wan, rindu yg amat sangat, sangat dan sangat.

      Hapus
  3. Ternyata dirimu puitis dan romantis.... hahhayyyyy

    BalasHapus

Buat kawan-kawan pembaca setia blogku, Bolehkah aku minta sedekah komennya sehabis baca? Supaya jejakmu aku kenali.
Yah.. siapa tahu aku bisa blogwalking balik ke blogmu. Komenmu sangat berarti buat kehidupan blogku. *ealahapaansih.

Supaya blogku terlihat menarik kayak yang kasih komen, tolong yah jangan tinggalin link hidup.

Kecup basah buatmu. 😚😘😚