Skip to main content

Perjuangan Masa Kecil Mendapatkan Air Bersih

Mengingat masa kecil seperti kembali ke rekam jejak masa lalu. Antara kenangan dan pengalaman yang saya rasakan waktu ini. Banyak hal yang sudah terekam dalam memori saya entah itu hal yang menyenangkan atau pun tidak menyenangkan. Kalau mengingat hal yang menyenangkan pasti saya selalu senyam senyum sendiri. Tetapi kalau mengingat hal yang menyedihkan bawaannya sebel dan geregetan. Sampai sempat menggerutu dalam hati, "Kok bisa ya saya dulu seperti itu? Duh, dulu diriku itu begitu menyedihkan ya? Tapi, kenangan hanyalah tinggal kenangan. Bersyukurlah sekarang kenangan itu hanya bisa dijadikan pelajaran ke depannya dan pasti di balik peristiwa yang dulu saya alami ada hikmah yang sampai sekarang saya rasakan.

Mengingat masa kecil saya sebenarnya tidak menderita sangat. Hanya saja waktu itu saya mengalami proses perjuangan yang cukup berat. Hidup dan tinggal di sebuah asrama atau rumah dinas itu sudah sangat bersyukur sekali. Karena pada saat itu orang tua saya belum mempunyai rumah. Kurang lebih sekitar 20 tahunan saya dan orang tua hidup di rumah dinas. Serba pas-pasan dan hidup seadanya. Tapi kami bahagia. 

Tapi sayangnya hidup di asrama itu ada kendalanya.  Air PAM yang mengalir di rumah dinas seringkali mati. Terpaksa kami semua harus menghemat air dengan mandi hanya 3 gayung saja. Wudhu pun cukup hanya satu gayung saja. Itu pun diirit-irit sangat. Ketika air di bak mandi habis, kita harus mengangkut air dari tempat penampungan air dengan menggunakan ember dari jarak 500 m. Saya melakukannya setiap pulang sekolah dan itu rutin setiap hari. Pada saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6. Sedangkan adikku yang masih kelas 3 pun sudah diwajibkan untuk membantu mengangkut air sampai bak kamar mandi  dan ember-ember di rumah penuh. Meskipun terkadang adik menggerutu karena kecapekan. Tapi mau bagaimana lagi, ini harus kami lakukan karena orang tua kami saat itu dua-duanya bekerja kantoran dan baru pulang ke rumah sore hari. Tentu saja pekerjaan kami dibantu oleh pengasuh kami yang baik hati. Kasihan ya kami yang masih kecil-kecil sudah harus berjuang mencari air bersih. Kalau melihat teman yang lain kok hidupnya tidak sekeras kami berdua. Ah, tapi ya sudahlah jalan hidup tiap orang itu berbeda-beda. Dinikmati saja.

Kalau hari libur, saya dan adik diliburkan untuk mengangkut air. Karena tugas kami sudah digantikan oleh ayah dan pengasuh kami. Sedangkan ibu hanya bertugas bagian beres-beres rumah. Lumayan lo bolak-balik mengangkut air sebanyak 2 ember dengan jarak 500 m. Susah amat sih hidupmu Fan. Yah namanya saja orang hidup itu pasti dari bawah dan pasti ada perjuangan dahulu. Nikmati saja hari hari itu dan syukuri apa yang ada. Walau sempat terkadang merenung, "Kapan sih kamu bisa dengan bebas menikmati air tanpa harus mengangkut ngangkut kayak gini?" Ah, pemikiran anak kecil memang begitu. 

Lebih parah lagi, ketika tempat penampungan air yang biasanya kami ambil itu juga mati dan kehabisan air, kami terpaksa menadah air hujan untuk ditampung sebagai air mandi dan  bukan untuk minum. Kalau untuk air minum, kami terpaksa beli bergalon-galon.

Kebetulan pada saat itu musim hujan, sehingga kami tidak terlalu kesusahan mendapatkan air. Jadi bila hujan turun, saya, pengasuh dan ayah saya langsung buru-buru mengambil ember dan bak air untuk ditaruh di teras depan demi menampung air hujan.  Ahai, saat itu gak ada yang namanya gengsi deh. Karena itu adalah sebuah perjuangan kami untuk mendapatkan air. Mandi dengan air hujan tidak masalah dan terasa sangat dingin sekali ketika kita guyurkan ke  tubuh kita.


Dalam kondisi seperti itu kita masih bersyukur karena perjuangan yang kita hadapi belum berarti apa-apa dibandingkan orang lain yang lebih hidup sengsara dari kita. Selama 20 tahun perjuangan mendapatkan air bersih kami lalui. Sampai akhirnya kami pindah kota dan menempati rumah dinas yang baru dengan air yang sangat cukup untuk minum dan mandi. Alhamdulilah rasa syukur ini tak henti-hentinya.

Comments

Helenamantra said…
Mba..itu di daerah mana susah air? kalau udah pernah merasakan gitu jadi bersyukur banget ya sekarang air bersih lancar dan mudah didapat.
Dian Kelana said…
Tinggal di rumah dinas memang harus siap dengan segala kondisi yang ada. Apapun fasilitasnya harus diterima dengan jiwa besar. Karena keadaan tersebut tidak hanya dihadapi sendiri, tapi juga oleh keluarga lain yang tinggal sekomplek.
Perjuangan banget ya Mbak huaaah.
herva yulyanti said…
Sama mba tp sygnya itu bkn masa kecil tp masa sekarang hahaha sblm pny uang untuk ngebor Alhandulilah skrg berlimpah ruah jd eman2 klo mu make kebiasaan si hehehe salam kenal mba ^^
zata ligouw said…
wah samaan dong mba, tapi kalo aku disuruh nimba sama nyokap, hehehe.. tapi kalo diingat2 sekarang malah seru jadinya :)
FaniaSurya said…
di pulau madura mbk, imi padahal di kota lo. Cuma di rumah dinas saja yg airnya susah, alhamudlilah skg airnya lancar dan tetap menghemat air.
FaniaSurya said…
Betul Pak Dian. Harus hadapi dan syukuri.
FaniaSurya said…
Betul itu mbak. perjuangan selama 20 tahun. hehe
FaniaSurya said…
salam kenal juga mbak. Herva. emang mbk nya di daerah mana bisa kesusahan air?
FaniaSurya said…
loh punya pengalaman sama juga toh mbak zata. Pengalaman tak terlupakan ya. Air itu penting banget buat kehidupan.

Popular posts from this blog

Mudahnya Mengganti SIM Card di Grapari Telkomsel

Gegara punya handphone baru dan gak bisa menggunakan SIM card HP lama yang ukurannya masih standar, alhasil SIM card ku ini gak bisa dipakai dan harus dipotong menjadi ukuran nano. Berhubung ingin segera saya pakai tuh SIM card akhirnya saya pergi ke counter HP untuk memotong SIM card lama. Ongkosnya sih cuma dua ribu rupiah saja. Eng ing ing. Setelah dipotong tuh SIM card, ternyata tidak terbaca di Hp yang baru karena kuningan yang ada di SIM card tidak pas peletakannya. Kemudian si Mas counter mengembalikan uang yang saya bayar tadi dan menyuruh saya pergi ke gerai Telkomsel terdekat yaitu Grapari. Yah, terpaksa deh saya harus searching dulu alamat Grapari terdekat. Grapari Telkomsel terdekat di daerahku dimana ya? Akhirnya saya menemukan Grapari terdekat yaitu di ITC Cempaka Mas, Mall Lapiazza Kelapa Gading dan Rawamangun. Langsung keesokannya saya memutuskan untuk ke Grapari Telkomsel di ITC Cempaka Mas. 
Sampai di sana siang hari  dan membuat saya kecewa, ternyata sudah tutup. K…

Gara-Gara Samsung Galaxy Gift, Saya Dapat Voucher Gratis

Bagi pengguna Samsung pastinya tahu dong ya aplikasi bawaan dari Samsung yaitu Samsung Galaxy gGift. Nah, aplikasi ini sangat saya suka karena sering memberikan kupon-kupon atau voucher gratis dari berbagai brand yang bekerja sama. Sebelumnya saya sudah pernah membahas aplikasi ini panjang lebar di link berikut. Tapi kali ini saya mau berbagi pengalaman saya selama menggunakan aplikasi Samsung Galaxy Gift.
Saya adalah pengguna smartphone Samsung. Saya pun tahu ada aplikasi ini sejak ada lomba blog tentang Samsung Galaxy Gift. Nah, daripada dianggurin, mending saya gunakan saja ya. Hampir tiap hari saya selalu dapat notifikasi tentang kupon-kupon yang bisa diambil dan digunakan. Untuk mendapatkan kuponnya pun harus mempunyai keahlian dan kecepatan sinyal, kecepatan jari dan juga kecepatan mengetahui adanya notifikasi tersebut. Bagi saya itu penting, kalau tidak,bisa-bisa saya sudah kehabisan kupon dong.
Kali ini saya hanya mau pamer saja sih. Gak apa-palah ya pamer sesekali saja. Ini …

Serunya Berburu Promo dan Diskon di Samsung Galaxy Gift Indonesia

Mendengar kata gift, apa yang terlintas dipikiranmu? Kalau dapat gift dari siapapun senang atau tidak? Tentu senang sekali bukan? Termasuk saya sendiri. Gift itu adalah sebentuk hadiah yang diberikan oleh seseorang untuk saya atau kamu. Gift biasanya diberikan sebagai bentuk kasih sayang, rasa perhatian dan cinta. Bisa dari yang lebih tua ke yang muda begitu juga sebaliknya atau dari sesama yang seumuran. Bisa juga dari suatu perusahaan kepada seseorang. Nah... bagaimana kalau gift diberikan ke saya oleh sebuah aplikasi yang saya instal di smartphone? Bisa saja dong.. trus bagaimana cara kerjanya? Giftnya bentuknya seperti apa sih?
Saya dan kamu juga kalau mendengar yang namanya gift, diskon, promo dan sejenisnya pasti mata jadi hijau kan. Udah kebelet banget untuk berburu diskon dan promo itu. Yah namanya saja manusia ya, selalu saja ingin yang gratisan dan harga murah dengan barang/sesuatu yang berkualitas oke banget. Apalagi kalau yang dipromoin itu soal makanan dan minuman maupun…