Skip to main content

Tips Merencanakan Keuanganmu Untuk Meraih Mimpimu



Sabtu 23 november 2019 aku mengikuti acara talkshow bersama Home Credit dengan tema Show Me The Money: Smart Financial Moves To Achieve Your Goals yang berlokasi di Dhonika Cafe, Jakarta Selatan.



Sangat tertarik sekali mengikuti acara ini karena terkait erat dengan financial planning dalam kehidupanku setelah berumah tangga apalagi belum memiliki anak. Sepertinya harus merencanakan mimpi-mimpiku ke depannya. Mimpi itu harus dimiliki. Tak hanya dimiliki tapi juga dicapai. Maka dari itu, dengan mengikuti talkshow ini aku ingin tahu bagaimana cara terbaik mencapai mimpi yang aku inginkan. 



Financial planning itu penting banget dalam setiap hidup dan kehidupan yang kita jalani. Baik itu saat masih single, menikah atau pun sudah punya anak. Kenapa penting? Supaya apa yang kita punya selama ini, kerja keras kita selama ini bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan dan bermanfaat buat kita. 

Di acara talkshow ini, aku diundang oleh Komunitas Indonesia Social Partnership yang dimotori oleh mbak Ani Berta. Berhubung acaranya disponsori oleh Home Credit, akhirnya disepakatilah kalau komunitas kita nantinya pakai dress code merah sesuai dengan warna dari logo Home Credit. Yeay.. seru ya. Jadi serba merah semua.

Sebelum acara dimulai para peserta melakukan registrasi ulang terlebih dahulu. Lalu diminta untuk menuliskan mimpinya di sebuah kertas warna warni. Setelah itu ditempel di dinding dengan background warna warni juga. Ih.. keren ya.


Nah, baru setelah itu para peserta boleh foto-foto terlebih dahulu. Di cafe ini sudah disediakan spot-spot cantik untuk foto-foto yang instagramable deh. Dhonika Cafe ini semacam cafe yang interiornya bergaya klasik dengan beragam pajangan klasik juga. Seperti sepeda motor dan mobil jaman dulu. Ada sekitar 100 peserta yang hadir di acara talkshow ini. Jadi terlihat ramai sekali.

Akhirnya acara dimulai dengan dipandu oleh host cantik dan manis. Awal acara sudah memberikan keseruan bagi peserta. Para peserta diminta untuk maju terutama untuk peserta yang saldo pulsanya di bawah 20 ribu. Wow... ternyata banyak banget dan bahkan diantara mereka ada yang punya pulsa Rp. 0 lo. Fantastik sekali. Kok bisa ya. Jangan-jangan nih mereka ini hanya mengandalkan wifi gratisan saja. Hahaha. Eh... ujug-ujug mereka diberi voucher belanja oleh hostnya. Asyik dong ya.

Selanjutnya yaitu host meminta peserta satu laki-laki dan satu perempuan untuk maju ke depan dan menunjukkan isi dompetnya. Kebanyakan dompetnya isi kartu-kartu doang seperti ATM, Kartu nama, kartu kredit dan kartu belanja. Dan hanya menemukan sedikit struk belanjaan. Walau begitu mereka dikasih voucher belanja juga lo. 

Keseruan selanjutnya yaitu host meminta para peserta yang memakai dress code merah dominan. Hmm.. berhubung aku pakai dress code dominan merah, akhirnya maju juga deh. Memberanikan diri plus pengen dapat voucher juga. Hahahaha. Eh gak tahunya malah disuruh fashion show di depan. Hmm.... langsung pasang muka baja aja deh. Padahal aslinya malu banget ditontonin orang banyak. Inilah yang dinamakan talkshow #FUNancial #YangKamuMau. 



Keseruan tak hanya berakhir disini, selanjutnya yaitu acara talkshow dengan pembicara mbak Freya dari Home Credit. Home credit ini adalah adalah perusahaan asal Belanda, yang menjadi induk perusahaan Home Credit secara global. Memiliki komitmen untuk mengubah cara dunia berbelanja, HCBV fokus mengembangkan strategi, teknologi, risiko, produk, dan juga pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar di masing-masing negara. Didirikan tahun 1997, Home Credit mengembangkan bisnisnya dengan menyediakan pembiayaan yang bertanggung jawab, khususnya bagi masyarakat yang tidak memiliki catatan kredit atau memiliki catatan kredit yang terbatas. Pembiayaan yang diberikan ini bukan untuk pembiayaan rumah tetapi berupa barang seperti sepeda motor, televisi, smartphone dan lainnya


Di dalam talkshow ini mbak Freya juga menjelaskan bagaimana untuk memperoleh pembiayaan yang diinginkan di Home Credit. Banyak sekali penjelasan yang bisa dipahami oleh peserta. Jadi buat kamu yang ingin mencapai atau mendapatkan apa Yang Kamu Mau bisa lo mengajukan pembiayaan di Home Credit dengan syarat-syarat tertentu. 

Selanjutnya acara talkshow dengan pembicara Mas Dipa dan Mbak Riana. Keduanya adalah Financial Planner yang sukses di dalam bisnisnya.


Ketika kita berbicara mimpi, berarti kita berbicara sesuatu yang akan kita capai. Sebagai pekerja apapun itu. Biasanya kan setelah gajian, uang habis dalam sekejap bahkan untuk menabung pun tak ada sama sekali. Alhasil kita tidak punya tabungan dan kerja keras kita tak ada hasil. Bahkan hutang sampai menumpuk. Terlebih lagi kalau pengeluaran kita lebih besar pasak daripada tiang. Terutama untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang berulang seperti ngopi-ngopi cantik, minuman kekinian, jajan kekinian, nonton dan lainnya. Pernah dengar istilah Latte Factor atau disebut juga Bocor Halus? Nah Latte Factor ini yaitu jajan-jajan kecil dan berulang-ulang seperti beli minuman boba yang kekinian itu. 

Berdasarkan penelitian rata-rata orang indonesia itu per bulan ngabisin uang sebesar Rp.900.000 hanya untuk Latte Factor. Hal tersebut terjadi di bulan Januari 2019 ya. Nah, kalau uang untuk Latte Factor itu dikumpulin dalam setahun bisa sebesar ratusan juta lo. Wow... uang sebanyak itu lebih baik ditabung atau diinvestasikan saja. Lumayan kan ada hasilnya. Hayo.... siapa disini yang suka banget dengan ber Latte Factor. Bisa tuh dihitung berapa uang yang kamu habiskan untuk Latte Factor tiap bulannya. Nggak kebayang kan jumlahnya bisa untuk investasi?



Nah, merencanakan keuangan itu susah-susah gampang ya. Semua sih tergantung dari diri kita sendiri sih. Mau membiayai kebutuhan ataupun gaya hidup nih. Kalau kebutuhan itu sudah jelas-jelas apa yang kita butuhkan dan fokus ke itu saja. Tapi kalau gaya hidup itu nggak akan ada habisnya. Bahkan bisa dibilang lebih mahal lo. 

Nah buat kamu yang ingin menertibkan keuanganmu selama ini coba deh lakukan financial planning dari sekarang. Detik ini dan saat ini. Lakukan dengan action, nggak hanya direncanakan saja. Caranya bagaimana?

Menurut Mas Dipa, untuk mengelola keuangan itu yang harus dilakukan adalah:

1. Catat pengeluaranmu sekecil apapun itu. Bahkan termasuk biaya parkir atau masuk ke toilet umum. Jangan sampai terlewat sedikitpun. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa jumlah pengeluaranmu dan pengeluaran apa yang paling sering dan tidak penting. 

2. Pisahkan tabungan dari uang pribadi, uang keluarga dan juga uang bisnis/pekerjaan. Jangan dijadikan satu karena bisa morat marit keuanganmu.



Kalau mau menyisihkan gaji kita biar nggak cepat habis, itu ada caranya. Seperti tabel di bawah ini. Tapi hal ini tidak saklek ya. Disesuaikan saja dengan pendapatan yang kamu punyai. Untuk yang mau berhutang atau punya utang persentase maksimal hutang yaitu 30% dari pendapatan. Jangan sampai lebih. Baru 10% untuk dana pribadi dan 15% untuk investasi. Kalau misalnya hutangmu masih lebih besar, kirang investasi. Nah, kalau hutang sudah terlunasi, investasikan danamu sebesar 30% dari pendapatan dan sisanya untuk dana darurat, pribadi dan juga pengeluaran. 

Yang terpenting lagi yaitu punya dana darurat. Ini perlu banget lo. Jangan sampai kalau lagi butuh sesuatu yang darurat justru mengambil dari uang tabungan kita yang lain. Bakalan kacau balau lagi nih. Dana darurat ini fungsinya untuk mengcover hal-hal yang tidak dicover oleh asuransi di pekerjaanmu. Terutama yang tidak punya asuransi. Makanya usahain ada dana darurat yang dipersiapkan tiap bulannya. Dana darurat yang dibutuhkan tiap orang itu berbeda-beda. Biasanya untuk yang single atau yang sudah berkeluarga dan belum mempunyai anak, maka dana daruratnya sebesar 3x uang pengeluaran.



Dana darurat ini banyak macamnya bisa berupa tabungan, deposito, emas atau pasar uang/reksadana. Yuks ah mulai sekarang rencanakan juga dana daruratmu ya. 

Buat kamu yang ingin memulai bisnis, bisa belajar dari mbak Riana. Mbak Riana ini adalah founder www.belowcepek.com. Tadinya dia adalah seorang karyawan. Lalu untuk merambah ke bisnis, dia telah menyiapkan dana darurat selama setahun. Baru setelah cukup dana darurat yang dipunyai untuk menghidupinya selama 1 tahun, barulah dia keluar dari pekerjaanya dan memulai bisnis yang baru. Banyak sekali lika-liku dan perjalanan hidupnya yang bisa dijadikan pelajaran oleh kita. 

Bagi yang ingin mempunyai usaha atau bisnis, kamu harus tahu bahwa usaha yang ingin kamu jalani ini, adalah benar-benar bisnis yang kamu suka. Lalu apa yang ingin kamu dapatkan dari bisnis itu. Apakah kamu punya modal? Mahirkah mengelola bisnis? Jangan sampai kamu berbisnis justru yang tidak kamu sukai atau hanya sekedar ikut-ikutan tren saja. Wah klau sudah begitu dijamin nggak bakalan bertahan lama deh bisnismu. 

Menurut mbak Riana tidak semua orang itu berkewajiban menjadi pengusaha/enterpreneur. Tapi menjadi karyawan yang berbahagia itu nggak apa-apa lo. Jadikan enterprenur sebagai sampingan saja. 

Bicara tentang mimpi, setiap orang pasti dong punya mimpi. Termasuk aku yang punya mimpi banyak banget. Nah, punya mimpi itu boleh dan sah -sah saja. Tapi apakah mimpimu sampai detik ini tercapai. Kalau iya berarti kamu sudah hebat. Mimpi itu nggak hanya direncanakan saja. Mimpi itu nggak cukup secara umum. Tapi mimpi itu harus di set, dijabarkan secara detail dan uraikan. Misal aku ingin punya rumah di daerah mana, ada kolam renangnya, ada kebunnya, cukup satu lantai dan luasnya berapa, harganya berapa dan gimana cara ngedapetinnya. Setelah kamu jabarkan mimpimu baru deh lakukan action. Kalau perlu print rumah impianmu dan tempel di dinding yang mudah dan sering kamu lihat. Otomatis alam bawah sadarmu akan mensetting impianmu sampai kamu dapatkan. Bisa kan ya? Pasti bisa. 

Obrolan tentang Financial planning ini seru banget ya. Acaranya juga seru dan melibatkan peserta. Pantas saja nama talkshownya #FUNancial #YangKamuMau. Jadi kita semua dibawa suasana yang fin-fun saja. Nggak tegang dan menakutkan. 

Akhirnya acara talkshow ini selesai jam 12.30 WIB. kita para peserta diperbolehkan untuk makan siang yang sudah disediakan oleh panitia. 

Comments

Kang Didno said…
baru tau ada istilah Latte Factor, padahal sering banget dilakukan hampir setiap hari beli minuman atau makanan yang tidak direncanakan
Ade UFi said…
Ooo jadi kalau mau bisnis itu harus nyiapin dana darurat ya. Saya pikir dana darurat untuk sesuatu yg urgent aja. Ilmu banget nih. ^_^
Marantina said…
Besar juga yaa 900ribu untuk minuman. Aku juga sih sering ngemall dan pesen minuman. Tapi itu sudah dibudgetin, jadi ga akan ganggu cashflow. Ah, ngomongin finansial ga ada habisnya ya, selalu menarik
Natrarahmani said…
Ahhh aku masih terseok seok.nih ngumpulin dana darurat mulai dari tahun lalu.. tapi sudaa ada progressnya.. seneng deh kalo.litetasi seperti yang diadakan home.credit.. bener bener pengingat kita nih
Aku tercekat pas baca "catat pengeluaran sekecil apapun" haha
inilah kenapa emak2 merasa uangnya hilang, padahal barusan belanja online. Wkwkwk
Dee_Arif said…
Aku termasuk yg malas catat pengeluaran..
Dududu, kebiasaan jelek ini harus dihilangkan ya..
Baik, bulan depan akan mulai aku catat..
Aku merasa tertohok dengan istilah Bocor Halus. Kalau aku di gofood. Jajan enggak perlu jalan keluar, pakai tangan aja makanan bakal datang. Oh tidakkkkk!
Baiklah harus diperbaiki kini, biar keuangan lebih baik lagi nanti!
Irena Faisal said…
Sepulang dari acara FUNancial ini aku langsung bikin notes pengeluaran di handphone, aku catat semuanya termasuk jajan bocah ke minimarket, dan mau bikin tabungan terpisah untuk pengeluaran penghasilan jadi freelancer hehehe
Intan Daswan said…
Wah, tipsnya ok nih. Kebetulan saya dan suami juga lagi belajar cerdas dan bijak buat ngatur pengeluaran, jadi memang harus dicatat biar ketahuan kemana tuh uangnya :)
Nurul Sufitri said…
Wah, ternyata Home Credit ini bisa buat nyicil isi rumah ya, bukan rumahnya. Jadi silusi terbaik buat customer yang memebutuhkan. Daripada ga jelas keuangan ke mana2 arahnya, mendingan dialokasikan aja buat kebutuhan rumah tangga sesuai anggaran yang sudah ditetapkan hehehe. Semoga ga tergoda sale2 ya mbak hihihi :D
Yanti Alif said…
Aku tipe orang yang males catat pengeluaran nih makanya sering bobol uangnya hehe sebelum.gajian pasti habis perlu bnyak belajar lagi biar lebih pintar lagi manage uang y mba
TIAN LUSTIANA said…
Saya insya allah lebih tenang jika dana darurat selalu sedia dan ga kepake, dan yang paling penting juga harus konsisten dalam ngatur keuangan. Meski kadang suka tergiur diskon haha.
elva s said…
Merencanakan keuangan memang harus,apalagi sebagai istri. Semua harus digunakan sesuai kepentingan nya, dan yang paling wajib ada dirumah.
Dana darurat, karena kita nggak tahu kedepan seperti apa.
Dana berobat atau dana darurat lainnya misal.
Dengan adanya dana tersebut kita nggak terlalu panik banget
Honey Josep said…
yuk yuk bebenah keuangan biar semakin kuat untuk diri sendiri dan orang lain.

Thanks for sharing :)
Li Partic said…
Poin penting nih latte factor. Harus dibiasakan sisihkan sekian persen untuk investasi. Makasih sharingnya.
Nyonya Wijaya said…
Duh,gw beneran ngerasa kecubit nih,karena sering banget jajan berulang dipake buat jajan online top up gitu terus sampe pas sadar hah,saldo aku udah menipis,gt.hikz.
Fenni Bungsu said…
Daku sepertinya latte faktornya nggak segitu deh, masih di bawah itu. Tapi iya sih memang ada yang bocor halus apalagi kalau lihat ada promo kece, deuh lupa.
Keke Naima said…
Saya tutup muka dulu, deh. Latte factor alias bocor alusnya masih suka ada hahaha. Belum lagi urusan pencatatan keuangan yang harus detil :D
Pencatatan ini PR sekali huhuhu. Eh tapi skrng saya terbantu kalau bayar2 pakai aplikasi gtu jdnya msh kerecord datanya dan bisa saya listing lagi pengeluaran dan pemasukan saat sempet. Kudu lbh rajin lg pokoknya yaa
Gita Siwi said…
Alhamdulillah karena dari SMA udah suka jaga jaga stand jadi yang namanya dapat uang sendiri dan belajar memanage udah bukan hal yang sulit buat aku. Aku selalu pakai mbangking kalau bayar listrik dan juga belanja yang kaitannya dengan kebituhan pokok deh
Siti Nurjanah said…
Dalam perencanaan keuangan, mempersiapkan dana darurat adalah satu hal yang mesti dilakukan karena kita tidak dapat memprediksi hal-hal yang akan terjadi dimasa depan.
Caroline Adenan said…
Acaranya kok seru bgt ya :D
Aku setuju sih, mimpi itu harus tercatat, dan sekecil apapun pengeluaran kita harus tercatat dengan baik ya. Financial planning itu berguna utk siapa aja, mau single, menikah ataupun sudah punya anak. Tetap harus punya financial planning.
Dody Senjaya said…
Tips keuangannya si berguna banget deh buat kita-kita para blogger yang belum punya penghasilan tetap. saving memang nomor satu. dan artikelnya berguna si
Duhhhh lattee factor tuh yaaa memang banyak banget deh, jajan cilok ama somay pinggir jalan aja bisa beberapa kali dalam sehari kannn.. kan..

emang dehh.. bocor halus kalau banyak juga lama-lama jadi bukit kan..

Jadi, dengan ikutan FUNancial ini jadi tahu cara mengelola keuangan dengan baik dan benar yaa..
Putu Sukartini said…
Hahahaha seru pastinya waktu disuruh fashion show dadakan ya.

Btw aku masih banyak gak disiplinnya nih urusan keuangan. Belanja sesuatu yang tak direncanakan paling sering sumber kebocorannya. Trus aku juga males nyatet pengeluaara. Baca ini jadi tertohok banget rasanya hahaha
Artha Amalia said…
acaranya seru banget. kalau disuruh maju gitu saya bakal maju terus kak. secara saya doyan jd pusat perhatian. wkwkw. saya jg pemalu loh aslinya. eh jd dapat voucher gak?
rizhaa said…
Mbaaa aku bgt ini suka bocor halus karena dompetdigital. Pinginnya dpt cashback tapii kl diitung2 cashback ga seberapa. Nextnya akan lebih milih untuk nabung ke dana darurat deh.
unggulcenter said…
wah baru tau istilah itu, Latte Factor. Trims ya. Ini kejadian mulu hahaha
antung apriana said…
kadang yang suka bikin keuangan kacau itu memang bocor halus kayak jajan-jajan gitu. apalagi kalau ada promo-promo. btw, kalau soal pulsa, kayaknya memang sekarang orang mending punya kuota ketimbang punya pulsa, mbak. jadi bisa jadi pulsa sedikit tapi kuota internet banyak. hehe
Marga Apsari said…
Misahin uang pribadi sama uang kebutuhan olshop nih aku yang belum huhu.
emang penting banget ya kak perencanaan keuangan yg terkontrol matang itu.. apalagi kita sebagai perempuan dituntut pintar mengelola uang seoptimal mungkin, menghindari boros, dan punya pikiran untuk nabung demi masa depan..
Faradila Putri said…
Hehehe, aku nih yang masih PR dalam membuat dana darurat. Klo ga salah idealnya hutangnya sudah selesai dulu yaa. Tinggal beberapa tahun lagi nih. Doakan semoga beres ya mbak biar keuangan makin sehat :D

Popular posts from this blog

Mudahnya Mengganti SIM Card di Grapari Telkomsel

Gegara punya handphone baru dan gak bisa menggunakan SIM card HP lama yang ukurannya masih standar, alhasil SIM card ku ini gak bisa dipakai dan harus dipotong menjadi ukuran nano. Berhubung ingin segera saya pakai tuh SIM card akhirnya saya pergi ke counter HP untuk memotong SIM card lama. Ongkosnya sih cuma dua ribu rupiah saja. Eng ing ing. Setelah dipotong tuh SIM card, ternyata tidak terbaca di Hp yang baru karena kuningan yang ada di SIM card tidak pas peletakannya. Kemudian si Mas counter mengembalikan uang yang saya bayar tadi dan menyuruh saya pergi ke gerai Telkomsel terdekat yaitu Grapari. Yah, terpaksa deh saya harus searching dulu alamat Grapari terdekat. Grapari Telkomsel terdekat di daerahku dimana ya? Akhirnya saya menemukan Grapari terdekat yaitu di ITC Cempaka Mas, Mall Lapiazza Kelapa Gading dan Rawamangun. Langsung keesokannya saya memutuskan untuk ke Grapari Telkomsel di ITC Cempaka Mas. 
Sampai di sana siang hari  dan membuat saya kecewa, ternyata sudah tutup. K…

Gara-Gara Samsung Galaxy Gift, Saya Dapat Voucher Gratis

Bagi pengguna Samsung pastinya tahu dong ya aplikasi bawaan dari Samsung yaitu Samsung Galaxy gGift. Nah, aplikasi ini sangat saya suka karena sering memberikan kupon-kupon atau voucher gratis dari berbagai brand yang bekerja sama. Sebelumnya saya sudah pernah membahas aplikasi ini panjang lebar di link berikut. Tapi kali ini saya mau berbagi pengalaman saya selama menggunakan aplikasi Samsung Galaxy Gift.
Saya adalah pengguna smartphone Samsung. Saya pun tahu ada aplikasi ini sejak ada lomba blog tentang Samsung Galaxy Gift. Nah, daripada dianggurin, mending saya gunakan saja ya. Hampir tiap hari saya selalu dapat notifikasi tentang kupon-kupon yang bisa diambil dan digunakan. Untuk mendapatkan kuponnya pun harus mempunyai keahlian dan kecepatan sinyal, kecepatan jari dan juga kecepatan mengetahui adanya notifikasi tersebut. Bagi saya itu penting, kalau tidak,bisa-bisa saya sudah kehabisan kupon dong.
Kali ini saya hanya mau pamer saja sih. Gak apa-palah ya pamer sesekali saja. Ini …

Serunya Berburu Promo dan Diskon di Samsung Galaxy Gift Indonesia

Mendengar kata gift, apa yang terlintas dipikiranmu? Kalau dapat gift dari siapapun senang atau tidak? Tentu senang sekali bukan? Termasuk saya sendiri. Gift itu adalah sebentuk hadiah yang diberikan oleh seseorang untuk saya atau kamu. Gift biasanya diberikan sebagai bentuk kasih sayang, rasa perhatian dan cinta. Bisa dari yang lebih tua ke yang muda begitu juga sebaliknya atau dari sesama yang seumuran. Bisa juga dari suatu perusahaan kepada seseorang. Nah... bagaimana kalau gift diberikan ke saya oleh sebuah aplikasi yang saya instal di smartphone? Bisa saja dong.. trus bagaimana cara kerjanya? Giftnya bentuknya seperti apa sih?
Saya dan kamu juga kalau mendengar yang namanya gift, diskon, promo dan sejenisnya pasti mata jadi hijau kan. Udah kebelet banget untuk berburu diskon dan promo itu. Yah namanya saja manusia ya, selalu saja ingin yang gratisan dan harga murah dengan barang/sesuatu yang berkualitas oke banget. Apalagi kalau yang dipromoin itu soal makanan dan minuman maupun…