Kisah Penyandang Low Vision, Retinitis Pigmentosa, dan Tantangan Mata Kering Saat Belajar Orientasi Mandiri

Cerita tentang Langkah, Tongkat Netra, dan Mata Kering Saat Belajar Orientasi Mandiri

Setiap orang di dunia ini memiliki caranya masing-masing untuk mengenali dunia. Bagi sebagian orang yang bisa melihat dengan mata awas, dunia itu terlihat jernih dan cerah dengan warna-warni yang tajam. Namun bagi suami saya, seorang penderita Retinitis Pigmentosa (RP) dengan kondisi low vision yang hanya melihat cahaya saja, dunia merupakan perpaduan antara bayangan dan pandangan seperti di dalam lorong (tunnel vision), dan kilauan cahaya yang kadang terlalu samar untuk dibaca. Dunia terasa gelap seluruhnya namun hanya tampak sebuah titik cahaya yang entah kapan cahaya itu akan terang benderang.

Sebuah kondisi yang tak mudah bagi suami saya. Tetapi Tuhan sudah berkehendak dan kami cukup ikhlas menjalaninya. Dari awalnya merasa kaget atas kondisi yang terjadi tapi akhirnya menerima dan tetap menjalani apa yang terjadi.

Low Vision dengan RP yang dialami beliau saat dewasa ini benar-benar mengejutkan dan terkadang suami saya tidak siap untuk menghadapinya. Apalagi tidak mempunyai keterampiran dan kemampuan berjalan dengan tongkat dalam kondisi mata tak bisa melihat. Oleh karena itu, di usia yang sudah dewasa ini beliau belajar Orientasi Mandiri di sebuah Yayasan khusus tunanetra. Di sana beliau diajarkan bagaimana menggunakan tongkat, bagaimana melangkah, bagaimana duduk, bagaimana menaiki kendaraan seperti angkot, transjakarta, mobil, dan lainnya. Bahkan bagaimana menelusuri jalan dan trotoar saat bepergian di bawah sinar matahari. 

Menjalani rutinitas harian dengan kondisi RP pastinya memberikan warna hidup tersendiri baginya. Meskipun awalnya terasa berat tapi akhirnya dia bisa menjalaninya dengan ikhlas. Tapi dalam setiap aktivitas yang dia jalani, ada satu tantangan tersembunyi yang sering kali terabaikan yaitu mengalami mata kering terutama saat terkena sinar matahari dan debu terutama saat belajar orientasi mandiri.

Langkah Pasti Bersama Tongkat Netra Saat Belajar Orientasi Mandiri

Pagi hari merupakan waktu untuk memulai ritme kehidupan. Sebelum melangkah keluar rumah, benda pertama yang suami saya jangkau adalah tongkat netra (white cane). Bagi penderita low vision RP seperti suami saya, tongkat tak sekadar alat bantu, tetapi merupakan ekstensi dari indra peraba yang bisa memberitahu apabila ada trotoar berlubang, anak tangga, atau ada rintangan di depan saat berjalan. Tongkat netra juga sebagai penanda (identitas) bahwa yang membawa tongkat netra merupakan disabilitas netra sehingga mudah dikenali oleh orang lain ketika berada di jalan.



Menjelajahi jalanan kota dengan bantuan tongkat netra sebagai penunjuk arah

Suami saya sering saya dampingi kemanapun disaat saya tidak sedang bekerja. Apalagi ketika pergi kursus Orientasi Mandiri di Yayasan Mitra Netra. Orientasi mandiri ini melatih beliau agar memiliki kemampuan mengenali posisi diri di lingkungan sekitar dan berpindah tempat dengan aman. Cakupannya yaitu pengenalan konsep ruang, pemanfaatan indra pendengaran dan peraba, serta penggunaan alat bantu jalan seperti tongkat putih secara bertahap.  Latihan konsep ruang ini meliputi ruang interior di dalam bangunan, dan juga latihan konsep di luar bangunan baik itu menggunakan indera peraba, perasa, dan pendengar.

Ketika beraktivitas dan latihan di dalam ruangan tidak ada masalah bagi matanya. Tetapi justru ketika latihan orientasi mandiri di luar ruanganlah yang menjadi masalah. Karena mata akan langsung berinteraksi dengan debu, udara, angin  sinar dan polusi. Inilah yang menyebabkan mata beliau seringkali sakit, perih dan lelah. 

Terkadang beliau menyerah saat harus berlatih orientasi mandiri di luar ruangan, karena bisa menyebabkan matanya sakit luar biasa. Tapi kemudian saya mencoba menguatkan dan memberi semangat padanya, bahwa perihnya bisa diatasi dan pasti akan sembuh. 

Ketika harus beraktivitas di luar rumah dengan kondisi RP, memang membutuhkan konsentrasi ekstra. Suami saya selalu berusaha menghindari terkena paparan sinar matahari dengan memakai topi dan kacamata hitam. Hal tersebut sedikit mengurangi rasa sakit dan perih pada mata saat terkena sinar matahari langsung.

Siang Hari: Ketika Angin, Debu, dan Rasa Perih Mulai Datang

Di waktu siang hari adalah jadwal latihan orientasi mandirinya. Saat itu beliau diajak oleh gurunya untuk berlatih di luar gedung yayasan dan mengitari jalan raya yang penuh dengan debu  polusi dan lalu lalang kendaraan. Apalagi banyak trotoar yang rusak dan bahkan tidak tersedia. Tantangan bagi suamiku sebenarnya dimulai. Adanya paparan sinar matahari, angin, debu jalanan, dan suhu panas membuat mata suami saya mulai terasa tidak nyaman. Sensasinya seperti ada pasir yang mengganjal di dalam mata. Atau bahkan sinar matahari menusuk ke dalam mata sehingga menyebabkan Mata SEpet, PErih, LElah, gatal, bahkan bisa mengucurkan air mata sebagai respon alami atas rasa kering yang dirasakannya. Kalau sudah merasa perih matanya, dia gak bisa beraktivitas apapun, hanya ingin tidur dan menenangkan diri saja hingga matanya berangsur pulih kembali. hal ini sering sekali terjadi padanya. Kalau rasa sakit itu datang saya minta dia untuk memejamkan mata, baca dzikir dan tiduran sambil menenangkan diri. 

                           Rasa sepet dan gatal akibat mata kering sering kali mengganggu fokus saat beraktivitas

Bagi penderita low vision RP, kondisi mata kering dan sepet tersebut sangat mengganggu sehingga menyebabkan sisa fokus penglihatannya menjadi semakin kabur dan tidak nyaman di mata. Mata kering pada individu dengan Retinitis Pigmentosa kerap dipicu oleh gabungan faktor biologis dan kebiasaan saat beraktivitas terutama di luar ruangan:

1. Penurunan Refleks Berkedip akibat Konsentrasi Tinggi

Sensitivitas kontras dan pandangan perifer yang berkurang membuat penyandang RP harus memfokuskan penglihatan secara intensif ke area kecil di depannya. Saat mata berfokus sangat kuat untuk memproses visual, frekuensi berkedip tanpa sadar berkurang secara drastis. Padahal, berkedip adalah mekanisme alami mata untuk meratakan lapisan air mata. Oleh karena itu saya selalu meminta suami saya agar selalu berkedip dan untuk melihat benda atau apapun yang ada di depannya jangan terlalu kuat menggunakan matanya tetapi cukup menggunakan indera peraba dan perasa yang dimilikinya sambil dibantu dengan tongkat netra.

2. Peradangan Kronis pada Retina dan Segmen Depan Mata

Secara medis, Retinitis Pigmentosa ditandai oleh degenerasi sel-sel fotoreseptor retina. Proses degeneratif ini sering kali memicu stres oksidatif dan respons peradangan tingkat rendah di seluruh struktur mata, yang dapat memengaruhi kualitas kelenjar air mata dan mempercepat penguapan lapisan air mata. Hal tersebut menyebabkan air mata yang keluar sangat jarang sehingga matanya seringkali kering. Saya memintanya supaya menggunakan obat tetes mata yang membantu supaya kelenjar air matanya cukup mengeluarkan air mata untuk membasahi matanya yang kering. 

3. Paparan Langsung Lingkungan Luar Ruang

Saat berjalan memegang tongkat netra, wajah dan mata berhadapan langsung dengan angin, debu, asap kendaraan, dan sinar matahari. Tanpa lapisan air mata yang stabil, partikel mikro dari debu mudah menempel di permukaan kornea dan memicu rasa perih mendadak. Untuk mengurangi mata berhadapan langsung dengan sinar matahari, suami saya selalu menggunakan kacamata hitam dan topi yang mampu melindungi dan mengurangi rasa sakit terkena udara, sinar matahari dan debu.

                                         
                                                 Aktivitas naik transportasi umum

Panduan Mengatasi Mata Perih, Sepet dan Kering yang Aman

Untuk penderita RP seperti suami saya, matanya yang sering sepet, perih dan kering disarankan untuk menggunakan obat tetes mata yang aman. Penggunaan tetes mata ini harus secara berkala serta pemilihan produknya harus memperhatikan beberapa kriteria keamanan berikut:

1. Pilihlah Air Mata Buatan (Artificial Tears) Tanpa Pengawet (Preservative-Free)

Mengapa penting pemilihan tersebut tanpa Pengawet kimia seperti Benzalkonium Chloride (BAK) yang sering ditemukan pada obat tetes mata? Pengawet tersebut biasanya dapat memicu iritasi atau bahkan merusak sel-sel permukaan kornea. Oleh karena itu jika hal tersebut digunakan dalam jangka panjang/sering akan sangat berbahaya dan tidak aman untuk mata.

Nah untuk rekomendasi bentuknya yaitu perlu dipilih tetes mata berlabel preservative-free yang biasanya dikemas dalam wadah mini dosis tunggal (single-dose strip/vial) atau botol berteknologi khusus pelindung bakteri.

2. Perhatikan Kandungan Pelumas di dalamnya.

Penggunaan tetes mata harus diperhatikan kandungan pelumasnya. Oleh karena itu perlu yang aman adalah obat tetes mata mengandung bahan pelumas aktif yang stabil dan ramah untuk permukaan mata, yaitu:
- Hydroxypropyl Methylcellulose (Hypromellose) yang berfungsi untuk melumasi dan membentuk lapisan pelindung kelembapan.
- Sodium Hyaluronate / Hyaluronic Acid yang berfungsi mengikat air dengan sangat baik dan mempercepat pemulihan jaringan kornea karena adanya iritasi.
- Carboxymethylcellulose (CMC) yang berfungsi efektif meredakan sensasi ganjalan pasir dan timbul rasa perih.

3. Jauhi Tetes Mata Redness Relief (Dekongestan)

disarankan untuk tidak menggunakan obat tetes mata yang berfungsi khusus meredakan mata merah (yang mengandung tetrahydrozoline atau naphazoline). Mengapa? Karena obat ini justru bekerja menyempitkan pembuluh darah mata. Apabila digunakan dalam  jangka panjang akan menyebabkan efek ketergantungan obat (rebound redness) sehingga bisa memperburuk kondisi mata kering.

4. Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Mata (Oftalmologis)

Berhubung kondisi mata suami saya cukup parah dan kondisi RP nya sepertinya tidak bisa disembuhkan, setiap kali menggunakan obat tetes mata, kami selalu konsultasikan dengan dokter mata  secara rutin. Nantinya dokter akan memeriksa apakah ada komplikasi lain di permukaan mata (seperti Meibomian Gland Dysfunction) jika menggunakan tetes mata tersebut serta dokter bisa memberikan rekomendasi dosis yang paling sesuai sehingga aman untuk mata.

Dalam menangan mata kering pada penderita Retinitis Pigmentosa (RP) seperti suami saya memang memerlukan pendekatan yang konsisten. Selama ini kondisi RP sudah memberi beban ekstra pada kemampuan visual mata, menjaga kenyamanan dan kesehatan permukaan luar mata (kornea). Oleh karena itu sisa penglihatan yang sangat sedikit meskipun hanya cahaya saja tidak semakin terganggu dengan adanya iritasi.

Menemukan Solusi untuk Gejala Mata Kering

Suami saya menyadari bahwa dirinya tidak bisa membiarkan kondisi ini mengganggu kemandiriannya. Setelah mencari tahu penyebab mata sepet, kering dan perih yang dialaminya, solusinya ternyata sangat sederhana yaitu matanya membutuhkan hidrasi ekstra. 


Sejak saat itu, agar #BebasMataKering suami saya selalu membawa #InstoDryEyes di dalam tas sebagai langkah bentuk siaga #MataSePeLeJanganSepelein  jika mengalami mata kering, sepet, perih dan kena debu.

                                            Insto Dry Eyes, penyelamat kecil yang selalu siap di dalam tas.

Mengapa INSTO DRY EYES Penting Bagi Penderita Retinitis Pigmentosa?

Selama ini suami saya jarang sekali menggunakan obat tetss mata saat matanya perih, kering dan kesakitan. Setelah dikonsultasikan dengan dokter mata, solusinya adalah memakai Insto Dry Eyes  yang digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata karena kekurangan produksi air mata (biasanya pada penderita rheumatoid arthritis, keratoconjunctivitis dan xerophtalmia), juga digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.




Pada suami saya, Insto Dry Eyes ini sangat berguna banget untuk aktivitasnya sehari-hari terutama ketika beraktivitas di luar rumah seperti pergi ke warung, naik ojek online, pergi membeli makan, pergi les dan lainnya. Dalam mengatasi kondisi ini memang memerlukan langkah yang efisien supaya mobilitas selama di luar ruang tidak terhambat dan terganggu. Agar kelembapan mata tidak hilang dan rasa perih akibat debu bisa reda, Insto Dry Eyes hadir sebagai solusi yang tepat baginya. Alasannya yaitu :

1. Memberikan Kesegaran Instan: Kandungan bahan aktif yang ada di dalam Insto Dry Eyes  yaitu hydroxypropyl methylcellulose (hypromellose). Kandungan tersebut mampu bekerja layaknya seperti air mata buatan (artificial tears), bisa melembabkan kembali permukaan mata yang kering karena disebabkan angin, debu, udara dan kelelahan. kandungan tersebut juga memberikan efek pelumas seperti air mata untuk mengatasi mata kering.

2. Meredakan Rasa Sepet, Perih, Kering dan Gatal.


Cara pemakaiannya yaitu cukup hanya dengan 1-2 tetes Insto Dry Eyes, sehingga adanya sensasi mengganjal pada mata seperti pasir di mata langsung mereda. Insto dry Eyes juga mengandung bahan aktif yang bisa meringankan iritasi mata akibat kekurangan produksi air mata. Tetesan dari Insto Dry Eyes mbisa membilas sisa-sisa partikel debu halus yang menempel serta membentuk lapisan pelindung di atas permukaan kornea mata. Penggunaan Insto dry eyes bisa mengurangi sensasi mengganjal dan perih dengan cepat, sehingga mata terasa lebih rileks dan nyaman.

3. Mudah Dibawa Ke Mana Saja dan Kapan Saja. 


Ukurannya yang kecil dan ringkas sangat mudah untuk dibawa kemanapun dan kapanpun. Insto Dry Eyes bisa diteteskan kapan saja saat mata terasa kering, perih dan gatal saat di tengah perjalanan atau aktivitas yang dilakukan. Tersedia dalam ukuran 7,5ml dengan warna kemasan kotaknya erwarna biru serta botol kemasana obat tets matanya berwarna bening transparan berbentuk tube. Bahkan obat tetes matanya terlihat dari luar. Jadi gampang diketahui kalau sudah mulai habis dan butuh beli lagi. Ukurannya yang kecil dan ringkas membuat tetes mata ini mudah disimpan di dalam saku baju, saku celana atau tas kecil. Tidak memerlukan tempat yang banyak karena keimutannya sehingga mudah ditempatkan dimana saja. Bahkan jika tidak mau membawa tas, cukup diselipkan di saku celana atau saku baju. praktis sekali. 

Cara Penanganan untuk Mata Sepet, Perih, Lelah, dan Kering

1. Biasakan Berkedip Sadar (Conscious Blinking)

Seringkali kalau fokus melihat sesuatu itu, tidak sadar kalau mata tidak berkedip. Apalgi bagi low vision yang terkadang kalau melihat area di sekitarnya teralalu difokuskan atau bahkan dipaksakan. Saat sedang memfokuskan sisa penglihatan (hyperfocus) yang ada,  biasakan untuk secara sadar berkedip penuh dimana kelopak mata atas dan bawah bersentuhan setiap beberapa detik. Hal ini adalah tidnakan yang cukup sederhana ini membantu meratakan kembali lapisan air mata (tear film) di permukaan mata.

2.  Saat Beraktivitas Luar Ruang Gunakan Pelindung Mata

bagi Penyandang Low Vision RP, saat berjalan di luar rumah sebaiknya dibantu dengan menggunakan tongkat netra, menggunakan kacamata hitam atau kacamata pelindung (sunglasses/protective eyewear) untuk melindungi mata. Kacamata pelindung tersebut bisa, seperti berfungsi ganda:

- Menghalangi adanya paparan langsung dari sinar matahari, angin dan debu yang bisa mempercepat penguapan air mata.
- Mengurangi timbulnya silau (glare), mengingat bahwa penderita RP umumnya sangat sensitif terhadap cahaya terang terutama sinar matahari.

3. Kompres Hangat pada Kelopak Mata

Kompres hangat mata selama 5–10 menit setiap malam. Suhu yang hangat membantu melunakkan minyak tersumbat di kelopak mata (kelenjar Meibom), sehingga produksi lapisan minyak alami air mata menjadi lebih lancar dan tidak mudah menguap.

4. Mengelola Kelembapan Udara Lingkungan dengan baik

Bagi penyandang Low Vision RP, hindarilah berada langsung di bawah hembusan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin. Jika keseringan berada di ruangan ber-AC, gunakanlah humidifier yang bisa membantu menjaga kelembapan udara di sekitar kita.

5. Jagalah Hidrasi Tubuh

dalam keseharian usahakan asupan air putih harian cukup yaitu sekitar 2 liter per hari. Hal ini dimaksud untuk membantu tubuh memproduksi cairan tubuh, termasuk air mata secara optimal.

Melangkah Lagi dengan Nyaman Dalam Beraktivitas

Sekarang, setiap kali mata suami saya terasa mulai sepet, kering dan perih, ketika menyusuri jalanan kota, cukup berhenti sebentar di area yang aman, lalu mengambil Insto Dry Eyes, dan meneteskannya ke mata. Dalam hitungan beberapa detik, rasa sepet hilang, mata kembali segar, dan suami siap melanjutkan aktivitas kembali.

                                               
                              Menyegarkan mata kembali agar bisa melanjutkan perjalanan dengan nyaman

Memiliki kondisi Low Vision Retinitis Pigmentosa memang memberi batas pada pandangan visual suami saya, tetapi hal itu tidak boleh membatasi langkah dan ruang geraknya. Dengan tongkat netra di tangan kanan dan Insto Dry Eyes di dalam tas atau saku baju dan celana, suami saya siap menghadapi hari tanpa perlu khawatir lagi dengan ancaman mata kering, perih dan sepet.



Penanganan harian mata kering pada penderita Retinitis Pigmentosa (RP) memerlukan pendekatan yang konsisten. Karena kondisi RP sudah memberi beban ekstra pada kemampuan visual, menjaga kenyamanan dan kesehatan permukaan luar mata (kornea) sangat penting agar sisa penglihatan tidak semakin terganggu oleh iritasi.

Buat kamu yang sering mengalami mata sepet, perih, kering atau gatal saat beraktivitas di luar maupun di dalam rumah, Selalu sediakan Insto Dry Eyes yuks. Untuk mendapatkannya kamu bisa beli offline di supermarket, apotik dan minimarket terdekat maupun online di Tokopedia dan Shopee. Semoga bermanfaat. 



Tidak ada komentar