Sunday, February 7, 2016

Atas kau yang kusebut, Cinta

Atas kau yang kusebut, Cinta

Semburat rindu menjelajah, menjalari seluruh tubuhku. 
Entah mengapa, membuncah dan menggebu kelu.
Tetesan peluh membasahi ruang pori lapisan kulitku.
Dengan segala pertanyaan yang mengerubuti sel-sel otakku.

Tatapanmu seolah tak mengerti dimana aku dan kamu berada.
Ucapanmu seolah tak mengetuk setiap kata dari jiwa yang ku sapa.
Ah, kumelihat jiwamu tak ada lagi, melayang ke dunia entah dimana.
Dalam tanya kuberharap menemukan setitik cinta yang sempat hilang kemana.

Atas kau yang kusebut, Cinta

Aku rindu dalam wajahmu yang dulu penuh gelora.
Aku rindu kata-kata bijak yang sempat kau lontar penuh rasa.
Aku merindukanmu dalam ingatan kala senja menyapa.
Katakanlah kau ingat aku dalam  setiap kisah yang sempat terlalui asa.

Rinduku menumpuk seolah ingin mencuat.
Rindu keberadaanmu akan ingatan yang sempat hilang tersesat.
Rindu jiwamu hangat mendekap mengusir penat.
Rindu itu sungguh menyiksa dan merenggut sukma yang hangat.

Kembalilah Cinta, ingatlah Senja itu.


Jakarta, Februari 2016






5 comments:

rosannasimanjuntak.com said...

Puisi rindu yang menggebu
Kepadakah siapa gerangan itu
:)
Salam kenal ya, Mom

Imawan Anshari said...

kayanya ada kenangan special saat senja ya Mba Fania? sampai rindu menagihnya kembali heheheh

Terima kasih atas partisipasinya dalam GA saya :)

FaniaSurya said...

Kepada seseorang mak.
Salam kenal juga.

FaniaSurya said...

Hehehe.. betul wan, rindu yg amat sangat, sangat dan sangat.

Widyanti Yuliandari said...

Ternyata dirimu puitis dan romantis.... hahhayyyyy

Cek-E, Aplikasi untuk Pengguna E-Money pada IWIC 11

Saat ini semua aktivitas dalam bidang apapun sudah mulai mengarah ke teknologi digital. Semua serba canggih dan praktis. Cara-cara konvens...