Petualangan ke Pantai Sembilan Pulau Gili Genting Madura

Mudik menjadi perjalanan yang paling membahagiakan karena bisa bertemu orang tua dan saudara serta keluarga besar. Tentu saja bisa mencicipi makanan khas daerah kampung yang sudah lama sekali tidak dirasakan selama di perantauan.

Tradisi keluarga saya, sehari setelah lebaran ada hal wajib yang harus dilakukan yaitu jalan-jalan. Rencana ini sudah tertanam di kepala. Gak sabar banget jalan-jalan bareng satu keluarga besar. Memang sih keluarga saya itu besar banget alias banyak dan bersyukurlah kami itu kompak. Kemana-mana senangnya itu bareng-bareng.

Hari kedua setelah lebaran kami berencana untuk langsung jalan-jalan. Untuk tahun ini kami tidak ingin jalan-jalan ke tempat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena merasa sudah bosan dan butuh suasana tempat wisata yang baru. Kebetulan saat ini tempat wisata di Madura mulai dibenahi dan diperbaiki supaya bisa menjadi potensi yang dibanggakan dan menarik pendapatan dari wisatawan. Bagus dong, sudah seharusnya Madura dari dulu begitu. Tapi baru kali ini kesadatan itu ada.  Senang gak kepalang deh kalau banyak bermunculan tempat wisata baru di pulau Madura.

Untuk kali ini pilihan jalan-jalannya tetap jatuh ke kota Sumenep. Tadinya berniat banget ingin ke pulau Gili Labak. Tapi setelah dipikir pikir, perjalanan untuk nyeberang kesana butuh waktu 2 jam, belum termasuk perjalanan dari Pamekasan ke Sumenep juga butuh waktu 2 jam. Jadi total 4 jam. Sehingga banyak saudara yang keberatan. Tapi bagi anak muda mudi seperti saya sih oke-oke saja kalau harus menyeberang sejauh itu. Maklumlah orang tua masih banyak khawatirnya.


Setelah dirundingkan lagi akhirnya pilihan jatuh ke pantai Sembilan Pulau Gili Genting. Jarak tempuh perjalanan untuk nyeberang kesana cuma butuh waktu 30 menit saja. Bahkan perjalanan dari Pamekasan ke daerah spot pemberangkatan tidak terlalu jauh tepatnya di daerah Saronggi yang lokasinya sebelum sampai ke kota Sumenep. Cukup dekat kan dari Pamekasan. Gak sulit kok menemukan lokasi masuk ke spot pemberangkatan ke Pantai Sembilan Gili Genting. Hanya saja belum ada banner atau sign yang menunjukkan arah ke pantai Sembilan Gili Genting. Setelah mau sampai baru ada arah petunjuknya.


Sesampainya di pelabuhan Saronggi, kami memarkirkan mobil di sebuah lahan kosong yang memang khusus untuk parkir mobil. Ternyata banyak pengunjung yang bermobil datang kesini. Untuk menuju ke perahu, kami cukup berjalan sebentar. Berhubung diantara kami ada yang pakai sepatu atau sandal bagus, akhirnya kami membeli sandal jepit di sebuah warung yang dekat dengan pelabuhan. Disinipun juga disediakan toilet. Namun dindingnya masih berupa bilik-bilik yang membuat saya gak tenang ketika mau buang air kecil karena takut diintip orang sebab biliknya tidak rapat.




Kemudian kami membeli tiket naik perahu. Dimana satu orang dikenakan biaya Rp.10.000. Kapal yang akan kami naiki cukup besar. Lalu kami menunggu kedatangan perahunya. Selama menunggu sih masih sepi-sepi saja. Eh tiba tiba. Banyak pengunjung berdatangan. Jadi rame deh ini pelabuhan. Ketika perahu besar itu datang mereka malah berebutan masuk takut tidak kebagian. Bahkan pengunjung yang bermotor juga ikut mengangkut sepeda motornya ke dalam kapal.  Saya kurang tahu nih motornya dikenakan biaya berapa. Diantara pengunjung itu ada juga penduduk asli Pulau Gili Genting yang ikut naik perahu bahkan mereka membawa belanjaannya seperti sayur dan sembako. Sepertinya habis belanja di pasar daratan.



Nah,  berhubung keluargaku membawa anak balita dan ada yang membawa bayi 3 bulan, kalau masuk perahu harus berebutan sepertinya cukup mengerikan ya. Takut jatuh. Apalaginya perahunya penuh dan takut over capacity jadinya. Soalnya pengunjungnya main naik-naik aja semaunya. Sepertinya manajemen untuk naik perahu dan pemungutan karcis masuknya harus diperbaiki deh. Sebab sepenglihatanku ada pengunjung yang gak bayar dan suka suka aja naik perahu. Curang dong ya kalau gitu. Apalagi jimlah pengunjung yang naik perahu besar gak dihitung muatannya. Semoga aja gak sampai over capacity ya.

Akhirnya kami gak jadi ikut perahu besar itu karena memikirkan keselamatan kami. Terpaksa kami harus menunggu lagi perahu berikutnya datang. Tapi kok lama banget ya perahunya datang. Setelah dirundingkan kembali , kami mencoba memesan perahu kecil yang cukup menampung kami sebanyak 13 orang. Perahu ini sudah dilengkapi pelampung dan bisa kami sewa. Mau pulang jam berapapun bisa. Dikenakan biaya 500 ribu. Setelah menunggu cukup lama akhirnya dapat juga deh sewaan  perahu yang mau mengantarkan kami ke pantai Sembilan.  Sekitar jam 15.30 kami berangkat. Perjalanan yang akan ditempuh sekitar 30 menit.



Awal perjalanan cukup mengasyikkan. Tapi saat menuju tengah lautan. Ombaknya sangat besar, perahu bergoyang ke kanan ke kiri bahkan air laut pun memuncrat ke dalam perahu mengenai wajah kita. Basah deh wajah dan bajuku. Ah peduli amat dah.


Kita sih pada tegang dan anak-anak kecil pada ketakutan. Sampai-sampai mereka mendekap erat diantara kami. Kalau aku sih berusaha gak tegang dan menganggap perjalanan ini menyenangkan tapi tetap saja nih sepanjang perjalanan saya koma-kamit berzikir membaca doa mulai dari Al-Fathihah, Shalawat, Istighfar dan Ayat Kursi. Berdoa demi keselamatan kami sampai ke tempat tujuan. Sebenarnya agak deredeg ya karena kami membawa balita dan juga bayi umur 3 bulan. Beruntung sekali nih bayi anteng-anteng saja dan gak rewel. Sepertinya dia petualang sejati termuda di keluarga ini. Duh gusti, mudah-mudahan perjalanan ini mengantarkan kami ke tempat tujuan segera dengan selamat.

Setelah 30 menit akhirnya kami sampai juga di tepi pantai. Hanya saja tidak benar benar mendarat di bagian yang berpasir. Jadi kami harus turun dari perahu dan terpaksa celana atau rok kami basah terkena air laut. Satu persatu turun dari perahu dengan dibantu oleh nahkoda perahu. Saya yang pakai gamis pun harus berbasah-basah ria. Alhamdulilah sampai juga di Pantai Sembilan.



Ternyata ramai banget nih pantai. Ya, ini kan hari kedua setelah lebaran. Pantas saja banyak sekali pengunjungnya. Sesampainya di pantai kami mencari tempat teduh untuk tempat kumpul kami. Tapi sayang sekali tidak kami dapatkan. Tempat teduh di bawah pohon sudah penuh. Apalagi gazebo -gazebo yang berupa lumbung juga sudah penuh. Terpaksa deh, duduk aja di depan warung yang ada kursi bambunya. Sebagian lagi terpaksa berdiri.







Ternyata pantainya indah banget lo. Pasirnya putih dan bersih. Di sepanjang pinggiran pantai juga disedikan gazebo berupa lumbung untuk dijadikan tempat santai para pengunjung. Gratis. Di ujung sebelah kanan ada semacam stage untuk menginap. Ada dua buah stage yang beratap runcing. Itupun juga sudah penuh.

Disini juga disedikan toilet dan tempat mandi berupa shower. Hanya saja waktu saya mau ke toilet airnya mati. Terpaksa deh kami cari toilet yang lain. Letaknya di sebuah mesjid yang cukup besar. Untuk menuju mesjid ini harus berjalan sekitar 500 meter dekat dengan perumahan penduduk.




Nah, saat kami hendak ke mesjid kami menyisiri tepi pantai karena mesjidnya sudah kelihatan dari tepi pantai. Tapi ternyata kami salah jalan karena jalannya terjal dan berbatu bahkan harus melompat. Cukup susah untuk melompati batu-batu itu. Lalu kami mencoba balik arah. Bersyukurlah kami gak perlu balik arah terlalu jauh,ternyata ada jalan kecil menuju mesjid. Tapi kami harus melewati kuburan. Lewatlah kami disitu sambil permisi dengan para ahli kubur. Takut-takut mengganggu ketenangan mereka. Hehe. Akhirnya kami temukan juga jalan menuju mesjid. Sebenarnya sudah ada jalan keluar menuju mesjid tanpa harus menyisir tepi pantai tapi kami tidak tahu.

Wow ternyata mesjidnya besar juga ya, bagus dan bersih lo. Gak nyangka di pulau kecil ini ada mesjid yang bagus. Kami buang air kecil dan kemudian shalat. Gak nyangka juga saya bertemu tetangga masa kecilku disini. Wah dunia ini sempit ya. Selesai shalat kami kembali ke pantai. Saking laparnya belum makan sejak berangkat akhirnya kami menemukan ada penjual bakso dan kami berhenti dulu sebab di pantai gak ada penjual bakso bahkan nasi pun gak ada. Yang ada cuma penjual mie indomie saja. Lalu kami makan bakso. Namanya bakso beranak. Padahal waktu dibelah baksonya gak terlihat beranak tuh. Hehehe. Satu porsinya cukup Rp 10.000. Murah kan?

Nah habis makan kami lanjutkan menuju pantai untuk menikmati indahnya pantai Sembilan. Menyusuri pantai yang sangat ramai pengunjung sambil foto-foto.

Sayang sekali tepat pukul 17.00 WIB kami diharuskan kembali ke darat karena kalau sudah malam perahunya tidak bisa mendarat sebab air sudah mulai surut. Yah, sayang sekali belum puas main-main dan menikmati pantai sudah harus balik pulang.


Lalu kami bersiap-siap untuk kembali ke perahu dan menempuh perjalanan pulang ke darat. Seperti biasa harus berbasahan dulu untuk naik perahu. Alhamdulilah perjalanan pulang kali ini ditemani air laut yang tenang tanpa ombak yang mengguncang-guncang perahu dan menghamburkan air lautnya. Ditemani dengan suasana sunset yang indah tepat di tengah lautan. Betapa besarnya kekuasaanMu Gusti. Masyaallah indahnya hari ini. Sampai jumpa pantai Sembilan. Mudah-mudahan suatu saat bisa kembali kesini ya. Bye. Bye.



Tepat jam 17.00 WIB kami pulang dari Pantai sembilan. Kami disambut dengan angin sepoi-sepoi dan cahaya sunset. Indah sekali. Betapa besarnya nikmat yang kau berikan ini Tuhan. Gak lupa kami pun berdoa sepanjang perjalanan pulang. Mudah-mudahan selamat sampai di darat. Setengah jam perjalanan. Akhirnya jam 17.30 kami sampai di daratan. Tapi sayangnya perahu tidak bisa mendarat tepat di pinggiran karena air laut sudah keburu surut. Terjadi sedikit keributan dari nahkoda. Mereka bersusah payah untuk mendaratkan perahu ke pinggir tapi tetap saja tidak bisa. Kami sedikit cemas dan berdoa. Duh semoga saja ada solusi. Beruntunglah di bantu oleh penduduk sekitar. Akhirnya perahu di dekatkan ke perahu besar lainnya. Jadi kami harus melompat ke perahu besar untuk menuju daratan sambil dibantu oleh nahkoda dan penduduk sekitar. Alhamdulilah kami semua selamat dan sampai di darat dengan bersyukur yang amat sangat.

Sayangnya pasangan sandal suamiku sepertinya terjatuh ke laut saat menyeberang tadi. Ternyata kami meninggalkan jejak disini. Padahal itu sandal baru dibeli. Untung saja harganya cuma 50.000. Jadi kalau hilang gak terlalu nyesek-nyesek amat ya. Ya sudahlah biarkan saja hilang. Suamiku meninggalkan sandal sebelahnya di daratan ini. Kali aja kalau pasangan satunya ketemu bisa dipakai oleh orang yang menemukannya.


Cukup sekian perjalanan seru dan menantang kami kali ini. Kembali yuk ke rumah.


*****

Catatan saja untuk pengelolanya supaya manajemen pembelian karcis perahu dan untuk naik perahunya dikoordinir dengan baik supaya pengunjung tidak berebutan naik perahu. Mudah-mudahan di tahun berikutnya kalau kami kesini lagi menejemennya sudah bagus ya. 

Comments

sunsetnya mantap juga mbak :)
Liza Fathia said…
AGAK BERESIKO MEMANG kalo membawa anak2 ya mbak, aku belum berani menyebrang menggunakan perahu kalo bawa anak...
Nurul Rahmawati said…
Aku belum pernah ke sini nih
Kapan2 kalo ada banyak sodara mau kuajak dolan ke sini
Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com
ruziana said…
perjalanan yang bikin komat kamit baca doa terbayar ya dengan keindahan pantainya
indonesia mmg indah
banyak pulau pulau yang indah tapi belum terexplore
makasih sharingnya
D. Pusupa said…
Wah udah lama nggak ke Madura. Di sana banyak pantai bagusnya ya, jadi pengin ke sana.
petualangannya seru kak. ada acara salah jalan dan nyasar ke kuburan segala hihi untung aja bisa nemu jalan baliknya lagi yaah.. aku kalau naik perahu kadang juga suka deredeg deh suka aneh aneh pikirannya karena aku ga bisa berenang huhu

oiya sayang sekali ya waktu itu penuh banget jadi ga dapet gazebo buat santai santai..
trus bener juga tuh manajemen pengelolaan perahunya musti diperbaiki. serabutan gitu mau naik perahu bahkan ada yang bayar ada yang enggak

semoga suatu saat bisa ke Pantai Sembilan Pulau Gili Genting Madura ini aamiiin
Uli Hape said…
aku suka banget jalan2 ke pantai, dengar deru ombak itu membuat aku nyaman
Yudi said…
Seru juga naik perahu di tengah laut, belum pernah ampe nyebrang laut gitu tapi kayanya menantang haha

Pemandangan saat matahari terbenam memang selalu indah. Mendadak saya jadi perlu perlu sea vitamin, ingin main-main di pantai. Kalau naik perahu memang kadang menegangkan, kadang sambil berdoa dalam.hati.
claragustinia said…
Jadi pengen ke sana, kalo travelling ke pantai 9 akh
Anonymous said…
Kalau ke pantai ini enaknya sekalian nginep sih biar gak rugi di waktu, secara agak jauh sih
Tomi Purba said…
Wah manteb mba pantai dan lautnya .. 500 ribu untuk perahu bebas keliatannya harganya masih masuk akal ya mba ..

oh iya keributannya karena apa mba? Apakah karena kapal gak bs menepi Krn surut mba?
harga untuk kepulaunya murah banget ya pas banget buat destinasi liburan apalagi pemandangan pantai yang masih bersih dan bener bener bisa buat refreshing banget. Terus, harga makanan disana murah murah banget bakso aja masa 10 ribu disini aja sudah 15 ribuan.
atanasia rian said…
gili genting? Wah aku belum pernah kemarin cuma ke Giliyang disana pulau dengan kadar oksigen besar ke 2 di dunia. Semoga bisa ke gili labak ahh
Nova Violita said…
madura.. jauh banget, aku was2 kalo naik perahu...rasa mau tenggelam..apalagi bawa anak2.. apa gak beresiko tuh..

Tapi foto2 siluet.. nya akubsuka mba, kece2 semua..
Dini said…
Ternyata Mbak Fania anak pantai, hehehehe....
Oky Maulana said…
Madura masih cakep banget ya pemandangannyaaa, jadi pengen ke sana deh.
MAdura banyak sekali lokasi cantik sekarang. dulu pernah ikut penelitian dosen sebulanan disana masih biasa biasa aja, sekarang semua sudah berbenah dan tambah ciamik
Jiah said…
Sunsetnya menggodaaa
Aku suka wisata air, tapi emang paling ngeri kalau disuruh naik perahu, lewati laut. Itu rebutan tempat serem juga ya, Mbak. Kirain kapal feri gitu, ternyata kapal terbuka. Selamat karena akhirnya nyewa. Aku pun serem kalau bayangin himpit2 tan gitu
Pu said…
Saya suka lihat kubah masjidnya, ada hijau merah. Kita yg muslim tetep bs ibadah sambil jalan2 menikmati alam
Pertama kali denger Gili, aku kira di Lombok, Mataram looh..
Ternyata Madura juga punya.

Artinya apa yaa..?
Pulau kecil...?

Pasti sehabis jalan-jalan ada kenangan bahagia terselip dan tak terlupakan. Juga keleahan luar biasa.

Saluuttt...
Kompak selalu keluarga besarnya, mba..


**lovelove
kalau lihat blog travel, suka pingin nih jalan-jalan, termasuk ke Madura ini, bosen di kota mulu huh
Iya ya..mendingan nyewa perahu kecil daripada naik perahu besar yang gak terkontrol dengan baik, mengenai jumlah penumpangnya. Takutnya kan berlebihan. Resikonya tinggi.
Eh tapi, naik perahu kecil juga bikin deg-degan ya...kalau ada ombak yang besar seperti itu. Pastinya banyak-banyak dzikr dan baca doa.
Dan....Semua itu terobati dengan keindahan pantainya ya...
Melysa Luthia said…
Aduh mba ko aku serem ya baca yang pas ditengah laut itu, Alhamdulillah selamat sampai tujuan ya mba, dan pasti terbayarkan dengan menikmati keindahan alam lautnya.
Hello Fika said…
seruuuu banget baca ceritanya.. eh iya soal perahu itu.. aku pun pasti mengambil keputusan yang sama.. lebih baik mahal sedikit tapi puas dan aman, apalagi ada 3 balita dan bayi 3 bln.. agak beresiko memang kalau di kapal yg 10rb an td
Ira Duniabiza said…
Laut dan pantai itu selalu menenangkan ya mba...walau cuma ada air, kapal, matahari dan pasir tapi s3lalu terkesima dengan suasana pinggir pantai
Yesi Intasari said…
Wah seru banget ya mba bisa naik perahu gitu, meskipun deg2an juga.. jadi pengalaman yang gak terlupakan ya
idfipancani said…
waaaaa Madura bagus yaaaah ... belon pernah Madura, apalagi Gili Genting .. seringnya ke Gilikitik ... #geli LOL
Btw, makasih buat sharingnya. Bikin sayah ngiler ... itu sunsetnya cakep bangeeet mbak.
sally fauzi said…
Duh aku baca ceritanya jadi deg2an..
.

Tapii lihat foto2nya bikin iri
Widya Herma said…
Tempat wisata di Madura memang luar biasa untuk dikunjungi. Pantainya bagus - bagus pula. Ngebayangin betapa indahnya bisa nikmati sunset disana hihihi tapi untuk saat ini baru bisa bayangin dulu. Semoga next time bisa berkesempatan ke sana juga hihi
Mirwan Choky said…
Keren lautnya! Btw, itu lautnya bisa buat snorkeling gak mbak?
elva susanti said…
Pantainya indah banget, serem jg ya naik kapal saling rebutan apalagi yg bawa balita. Semoga kedepannya teratur
Ini tempatnya asyik ya mba dan indah banget.
Tira Soekardi said…
keren banget alamnya, cuma kalau aku atku deh naik perahunya pakai perahu spt itu????
Nur Rochma said…
Sunsetnya cakep. Tapi kalau naik perahu, aku agak takut. padahal pelampung ya.
Ria AS said…
Wah, ternyata ada gazebo-gazebonya ya. Cocok tuh buat bersantai di pinggir pantai.